Tribun

Bantuan Kuota Internet, IGI Cium Potensi Kecemburuan Sosial dan Soroti Siswa yang Tidak Memiliki HP

IGI ikut berkomentar terkait rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan memberikan bantuan subsidi kuota

Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Daryono
zoom-in Bantuan Kuota Internet, IGI Cium Potensi Kecemburuan Sosial dan Soroti Siswa yang Tidak Memiliki HP
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Siswa belajar di bawah kolong rel kereta api Mangga Besar Jakarta Rabu (19/8/2020). Siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan memanfaatkan internet gratis yang disediakan oleh sejumlah donatur. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM - Ikatan Guru Indonesia (IGI) ikut berkomentar terkait rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan memberikan bantuan subsidi kuota kepada siswa hingga dosen selama empat bulan.

Ketua Bidang Publikasi IGI, Abdul Halim menjelaskan, pihaknya berharap bantuan ini dapat diberikan secara merata, termasuk ke sekolah swasta maupun sekolah di bawah Kementerian Agama (Kemenag).

"Bantuan Kemendikbud ini bisa saja akan jadi kecemburuan dari sekolah atau madrasah di bawah Kemenag."

"Jika mereka tidak mendapat bantuan dari pemerintah. Sementara mereka sebagai warga negara tentu punya hak yang sama dalam pendidikan," kata Halim kepada Tribunnews, Minggu (30/8/2020).

Halim kemudian juga mengingatkan pemerintah jika tidak semua daerah atau sekolah bisa akses internet.

Baca: Cara Dapat Kuota Internet Gratis dari Kemendikbud selama 4 Bulan, Mulai September-Desember 2020

Baca: Kemendikbud Subsidi Kuota Internet Rp9 Triliun, HNW: Kemenag Bagaimana?

Termasuk juga adanya siswa yang tidak memiliki handphone.

"Pemerintah juga harus memperhatikan sisi yang ini," tegasnya.

Halim juga memberikan saran atas dua kendala tersebut, pertama untuk daerah yang akses internetnya parah.

Maka ini sangat tergantung kondisi daerah masing-masing siswa berada, mereka menggunakan cara pembelajaran seperti apa selama ini.

"Ada yang pakai modul, ada yang menjalankan guru kunjung. Itu yang juga harus di-support pemerintah.

"Sedangkan siswa yang tak punya HP, harus diberi perangkatnya. Tapi mekanismenya ini susah juga. Selama ini yang jalan adalah donator sosial yang memberi HP pada siswa miskin ini," bebernya.

Meskipun demikan, Halim tidak memungkiri jika kuota bagi sekolah sangat diperlukan baik siswa maupun tenaga pendidik untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

"Dana BOS nggak bakal kuat untuk menghandel kebutuhan ini," tandasnya.

Baca: Dipandu Wali Kota Semarang, Webinar Nasional Kelima TMP Akan Dihadiri Nadiem, Hasto, dan Ganjar

Baca: Komisi X DPR RI Apresiasi Kebijakan Pembelajaran dan Capaian Kemendikbud

Bantuan Kuota Kemendikbud

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. (dok. Kemendikbud)
© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas