Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menlu Retno Singgung Kesetaraan Akses Vaksin di Sidang FPGH

Negara FPGH harus memperkuat WHO, terutama terkait kemampuan melakukan deteksi dini dan merespon tantangan kesehatan global ke depan.

Menlu Retno Singgung Kesetaraan Akses Vaksin di Sidang FPGH
Dok Kemlu RI
Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi dalam Pertemuan Foreign Policy and Global Health Ministers' Virtual Meeting (FPGH MVM), Kamis (4/9/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyinggung masalah kesetaraan akses vaksin bagi masyarakat global dalam Pertemuan Foreign Policy and Global Health Ministers' Virtual Meeting (FPGH MVM).

“Kerja sama global penting untuk memastikan akses yang setara dan berkeadilan terhadap vaksin," kata Menlu Retno dalam konferensi pers virtual, Jumat (4/9/2020).

Menlu Retno juga mengangkat dua isu lainnya saat memimpin Pertemuan virtual, Kamis, 3 September 2020. 

Indonesia mengingatkan pentingnya tata kelola sistem kesehatan global yang kuat.

Menlu berujar Negara FPGH harus memperkuat WHO, terutama terkait kemampuan melakukan deteksi dini dan merespon tantangan kesehatan global ke depan.

Baca: Menlu Retno Marsudi Ingatkan Alasan G20 Dibentuk

Menlu juga mengingatkan pentingnya membangun sistem kesehatan nasional yang kuat dari setiap negara.

“Hal ini sangat penting mengingat arsitektur kesehatan global yang kuat harus ditopang dengan sistem kesehatan nasional yang kokoh,” kata Menlu.

Indonesia selama satu tahun memegang keketuaan FPGH dengan mengusung tema “Affordable Health Care for All".

Selama kepemimpinannya di FPGH, Indonesia berhasil mendorong dikeluarkannya Pernyataan Bersama negara-negara FPGH pada Pertemuan Dewan Eksekutif WHO ke-146 terkait pandemi Covid-19.

Indonesia juga telah menyelenggarakan dan memimpin FPGH Health Ministers' Meeting pada Mei 2020 serta pertemuan antar-lembaga setara BPJS Kesehatan negara-negara FPGH pada Juni 2020.

FPGH dibentuk di tahun 2007 dan beranggotakan 7 negara, yaitu Afrika Selatan, Brazil, Indonesia, Perancis, Norwegia, Senegal dan Thailand.

Forum ini dibentuk dengan tujuan mempromosikan pentingnya isu kesehatan global dalam kerangka kebijakan luar negeri.

Pertemuan FPGH kali itu dihadiri oleh para Menteri dari negara-negara anggota FPGH, yaitu Brazil, Thailand, Afrika Selatan, Norwegia, Perancis, dan Senegal.

Pertemuan juga menghadirkan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang menyampaikan keynote speech mengenai pentingnya kerja sama internasional di bidang kesehatan.

Ikuti kami di
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas