Tribun

Jakob Oetama Meninggal Dunia

Almarhum Jakob Oetama Mewariskan Jurnalisme Penuh Makna dan Kebinekaan

Indonesia kembali kehilangan seorang peletak dasar pers nasional sekaligus pendiri harian Kompas, Jakob Oetama.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Theresia Felisiani
Almarhum Jakob Oetama Mewariskan Jurnalisme Penuh Makna dan Kebinekaan
TRIBUNNEWS.COM/Bian Harnansa
[FILE FOTO] - Presiden Komisaris Kompas Gramedia, Jakob Oetama, memberi sambutan saat menerima kenang kenangan dari sejumlah seniman Yogyakarta di dampingi Patung Lilin Pak Jakob pada peringatan 30 Tahun Bentara Budaya di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (26/9/2012). Peringatan 30 tahun lembaga kebudayaan milik Kompas Gramedia mengangkat tema besar 'Slenco' untuk melihat Indonesia dari sisi hati nurani. (TRIBUNNEWS.COM/Bian Harnansa) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia kembali kehilangan seorang peletak dasar pers nasional sekaligus pendiri harian Kompas, Jakob Oetama.

Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto menyampaikan rasa duka dan bela sungkawa atas meninggalnya pendiri harian Kompas, Jakob Oetama dalam usia 88 tahun.

"Indonesia berduka dan kehilangan putera terbaik bangsa yang mengabdi dengan memimpin harian Kompas. Almarhum Jacob Oetama adalah satu tokoh pers nasional dengan mewariskan semangat jurnalisme di tanah air yang mengawal proses demokrasi dengan semangat humanisme keberagaman, kebhinekaan dan keseteraan dalam sajian jurnalistik lewat media massa," kata Eko Suwanto dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (10/9/2020).

Menurut Eko, sosok almarhum Jakob Oetama, dalam praktek jurnalistik presisi dan berbasis fakta yang dikembangkan melalui harian Kompas disebutkan sangat membantu banyak pihak, terutama pemerintah dan stake holdernya dalam mengambil kebijakan publik.

"Melalui berita dan liputan mendalam yang dilakukan oleh Kompas dalam pemberitaan, pembaca media tanah air bisa mendapat referensi, data, analisis hingga ulasan penting untuk dasar mengambil kebijakan. Fungsi pers sebagai saluran atau kanal informasi, edukasi dan hiburan disajikan dengan berimbang berkat sentuhan dasar kepemimpinan oleh almarhum. Semoga semua amal kebaikan beliau menjadi suri tauladan bagi generasi penerusnya, selamat jalan Pak Jakob, karya dan jasamu abadi," ucap Eko.

Pendiri Kompas Gramedia Group Jakob Oetama, tutup usia pada Rabu (9/9/2020).

Jakob Oetama meninggal dalam usia 88 tahun di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Jenazah almarhum Jakob Oetama disemayamkan di Gedung Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta.

Selanjutnya jenazah akan dimakamkan di TMP Kalibata.

Jenazah Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88), tiba di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2020). Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (9/9/2020) pukul 13.05 WIB.
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Jenazah Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88), tiba di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2020). Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (9/9/2020) pukul 13.05 WIB. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha (WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)

Jakob Oetama diketahui lahir di Desa Jowahan, 500 meter sebelah timur Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 27 September 1931.

Ia merupakan putra pertama dari 13 bersaudara.

Ayahnya bernama Raymundus Josef Sandiyo Brotosoesiswo seorang pensiunan guru Sekolah Rakyat di Sleman, Yogyakarta, sementara ibunya bernama Margaretha Kartonah.

Jakob Oetama adalah pendiri Kompas bersama PK Ojong.

Jakob adalah seorang tokoh jurnalistik Indonesia.

Kiprah Kompas dan media-media lain miliknya tak bisa diabaikan dalam sejarah jurnalistik di Indonesia.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas