Tribun

Nurhadi Tertangkap

Tantangan Penyidik KPK Lacak Aset Nurhadi: Koneksi Terputus

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim terus melacak aset-aset yang dipunyai mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Tantangan Penyidik KPK Lacak Aset Nurhadi: Koneksi Terputus
Tribunnews/Irwan Rismawan
Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp 46 miliar, Nurhadi berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2020). KPK melanjutkan pemeriksaan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi sebagai tersangka terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim terus melacak aset-aset yang dipunyai mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Namun begitu, pelacakan ternyata menemui rintangan.

"Kendala kita di lapangan memang banyak link-link yang putus, nah inilah tantangan penyidik," ungkap Deputi Penindakan KPK Karyoto kepada wartawan, Jumat (11/9/2020).

Akan tetapi, Karyoto menegaskan, para penyidik KPK tetap berusaha semaksimal mungkin melacak aset milik Nurhadi.

Mantan Wakapolda DIY itu mengingatkan jika KPK terakhir sudah menyita aset Nurhadi yakni lahan kebun kelapa sawit di Sumatera Utara.

Baca: Perancang Eddy Hartono Betty Diperiksa KPK Terkait Aliran Uang dari Menantu Nurhadi

Baca: Percakapan Menantu Nurhadi terkait Penerimaan Uang Ditelisik KPK

Lahan kebun kelapa sawit yang diduga dimiliki mantan Sekretaris MA Nurhadi telah disita KPK.
Lahan kebun kelapa sawit yang diduga dimiliki mantan Sekretaris MA Nurhadi telah disita KPK. (Ist)

"Tapi beberapa hal yang sudah berkaitan dengan perkara, sudah banyak dilakukan penyitaan aset terakhir adalah kebun sawit di Sumut," kata Karyoto.

KPK memang sudah menyita beberapa aset yang diduga milik Nurhadi.

Aset yang disita itu mulai dari Vila yang terletak di Bogor, mobil mewah hingga kebun sawit yang terletak di Sumatera Utara.

Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono diduga kuat telah menerima sejumlah uang berupa cek dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto. Rincian suap yang diberikan berupa sembilan lembar cek dengan total Rp46 miliar.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas