Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pilkada Serentak 2020

Anis dan Fahri Sebut Jokowi Tak Bangun Dinasti Politik di Pilkada 2020

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta mengatakan keputusan mendukung anak dan menantu Presiden Jokowi dilandasi dinamika politik di daerah.

Anis dan Fahri Sebut Jokowi Tak Bangun Dinasti Politik di Pilkada 2020
TRIBUN/ILHAM RIAN PRATAMA
Inisiator Partai Gelora Indonesia Anis Matta (kiri) dan Fahri Hamzah (kanan) memberikan keterangan usai perkenalan partai baru tersebut di Jakarta, Minggu (10/11/2019). Partai Gelora Indonesia yang akan diketuai oleh Anis Matta tersebut menargetkan deklarasi resmi Partai Gelora Indonesia akan berlangsung pada awal Bulan Januari 2020, usai merampungkan dokumen pendaftaran kepengurusan partai di Kementerian Hukum dan HAM. TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia telah menetapkan dukungannya kepada pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakoso di Pilkada Kota Solo, Jawa Tengah dan pasangan Bobby Afif Nasution-Aulia Rahman Rajh di Pilkada Kota Medan, Sumatera Utara.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta mengatakan, keputusan partai mendukung anak dan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilandasi pada dinamika politik di daerah masing-masing.

"Itu dinamika politik daerah. Oleh karena itu, sudah sepatutnya para pengurus partai di daerah yang lebih mengetahui dinamika tersebut. Itu prinsip dasar dari kebijakan Gelora dalam Pilkada ini," kata Anis dalam keterangannya, Jumat (18/9/2020).

Menurut Anis, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mengikuti pemilihan secara langsung di Pilkada sesuai aturan yang berlaku.

Sehingga, Anis menilai majunya Gibran dan Bobby di Pilkada 2020, bukan sebagai bentuk membangun dinasti politik karena kepala daerah dipilih rakyat secara langsung.

"Kalau jabatannya diwariskan tanpa pemilihan langsung oleh rakyat, baru bisa disebut dinasti," ucap Anis.

Kolase foto bakal calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (foto kanan) dan bakal calon Wali Kota Medan Bobby Nasution (foto kiri) mendaftarkan diri ke KPUD Daerah masing-masing, Jumat (4/9/3030). Putra dan menantu Presiden Joko Widodo tersebut akan terjun dalam Pilkada di Medan dan Solo yang akan digelar pada Desember 2020 mendatang. TRIBUN SOLO/ILHAM OKTAFIAN
Kolase foto bakal calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (foto kanan) dan bakal calon Wali Kota Medan Bobby Nasution (foto kiri) mendaftarkan diri ke KPUD Daerah masing-masing, Jumat (4/9/3030). Putra dan menantu Presiden Joko Widodo tersebut akan terjun dalam Pilkada di Medan dan Solo yang akan digelar pada Desember 2020 mendatang. TRIBUN SOLO/ILHAM OKTAFIAN (TRIBUN SOLO/ILHAM OKTAFIAN)

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menambahkan, dukungan Partai Gelora kapada anak dan menantu Jokowi, bukan berarti melanggengkan dinasti politik kekuasaan.

Sebab, kata Fahri, dalam terminologi negara demokrasi, dinasti politik tidak ada karena semua dipilih melalui prosesi politik, bukan warisan kekuasaan secara turun-temurun.

"Dalam negara demokrasi tidak akan terjadi dinasti politik, sebab kekuasaan demokratis tidak diwariskan melalui darah secara turun temurun. Tapi dia dipilih melalui prosesi politik, orang yang masuk prosesi politik itu, belum tentu menang dan belum tentu juga kalah," kata Fahri.

Menurut Fahri, dinasti politik saat ini hanya sebagai simbol saja seperti yang terjadi di Inggris, dimana pemerintahan yang dibentuk berdasarkan hasil pemilu yang demokratis.

Halaman
123
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas