Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Polemik Pelajaran Sejarah 'Dihapus' dan yang Sebenarnya Dimaksud Kemendikbud, PDIP Menolak

Belakangan, wacana pelajaran Sejarah akan dihilangkan dari kurikulum menjadi sorotan.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Polemik Pelajaran Sejarah 'Dihapus' dan yang Sebenarnya Dimaksud Kemendikbud, PDIP Menolak
Kompas/A Handoko
Ilustrasi siswa 

TRIBUNNEWS.COM - Belakangan, wacana pelajaran Sejarah akan dihilangkan dari kurikulum menjadi sorotan.

Partai banteng moncong putih, melalui Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bahkan menyatakan menolak keras penghapusan mata pelajaran sejarah dalam Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional.

Di sisi lain, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membantah pelajaran sejarah akan keluar dari kurikulum.

Lalu bagaimana faktanya?

Baca: Menteri Nadiem: Sekolah Luar Biasa Bisa Jadi Sumber Inspirasi Pembelajaran

Tetap Diajarkan

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud Totok Suprayitno membantah kabar pelajaran sejarah akan ke luar dari kurikulum.

Menurutnya, pelajaran sejarah tetap akan diajarkan dan diterapkan di setiap generasi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kemendikbud mengutamakan sejarah sebagai bagian penting dari keragaman dan kemajemukan serta perjalanan hidup bangsa Indonesia, pada saat ini dan yang akan datang," ujar Totok melalui keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2020).

Totok mengatakan sejarah merupakan bagian penting dari bangsa Indonesia. Sehingga tidak dapat dipisahkan dari kurikulum pembelajaran.

Baca: Benarkan Mata Pelajaran Sejarah akan Dihapus?

"Sejarah merupakan komponen penting bagi Indonesia sebagai bangsa yang besar sehingga menjadi bagian kurikulum pendidikan. Nilai-nilai yang dipelajari dalam sejarah merupakan salah satu kunci pengembangan karakter bangsa," ucap Totok.

Masih Mengkaji Penyederhanaan Kurikulum

Saat ini, Kemendikbud masih mengkaji rencana penyederhanaan kurikulum pendidikan.

Totok mengatakan penyederhanaan kurikulum masih dalam tahapan awal karena membutuhkan proses dan pembahasan yang panjang.

"Rencana penyederhanaan kurikulum masih berada dalam tahap kajian akademis," ungkap Totok.

Totok menambahkan penggodokan penyederhanaan kurikulum dilakukan dengan prinsip kehati-hatian serta akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Baca: Gerakan Pemuda Masa Kini Diharapkan Miliki Kecerdasan Sejarah

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas