Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dalam Webinar KSDI, Qodari Tawarkan Strategi Lokomotif Kereta Api untuk Hadapi Covid-19

Acara ini pun ditutup oleh Mendagri Tito Karnavian yang mengikuti webinar yang berlangsung selama lima jam ini dari awal hinga akhir.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Dalam Webinar KSDI, Qodari Tawarkan Strategi Lokomotif Kereta Api untuk Hadapi Covid-19
ist
Direktur Eksekutif Indo Barrometer, M Quodari. 

“Saya tidak punya akses ke info detil tentang kesediaan tempat tidur isolasi, perawatan dan ICU tapi pengalaman pribadi menunjukkan kondisi di Jakarta jadi harus ditambah. Khusus fasilitas isolasi di berita media massa baru ditambah, kerjasama Menkes dengan jaringan hotel,” jelas Qodari.

Qodari pun menjelaskan terkait dengan program BKS. Soal Bagi Masker, riset menunjukkan bahwa masker efektif mencegah Covid-19.

Masker adalah “vaksin sementara” dan agar efektif menekan Covid-19, minimal 75 persen populasi harus pakai masker saat keluar rumah. Sementara untuk mencapai angka 75 persen ini syaratnya 100 persen populasi harus memiliki masker.

Qodari pun mendorong kampanye massif tiga 3 M, alias Menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan agar disiplin dengan protokol Covid-19 dan bahkan menjadi kebiasaan sehari-hari.

Dalam hal ini protokol Covid-19 penting karena 86 persen atau 9 dari 10 orang positif Covid-19 adalah OTG.

“Contohnya Arief Budiman KPU RI. Hal ini pasti tidak mudah. Ingat Ingat kasus SK Menhub No. 403 tanggal 29 Desember 1986 yan gmewajibkan memakai helm bagi pengendara sepeda motor. Tiga orang tewas dalam aksi demonstrasi anti-helm oleh ribuan mahasiswa di Makassar. Sementara soal Sanksi sudah ada Inpres 6/2020 dan Implementasinya,” demikian Qodari

Dalam program BKS ini, Qodari merekomendasikan beberapa hal. Pertama, soal Bagi Masker, maka negara menyediakan dan membagikan masker ke seluruh Indonesia, minimal 270 juta kali dua masker atau 540 juta masker. Dan lebih lagi bila per orang diberi 4 masker.

Rekomendasi Untuk Anda

“Soal Kampanye massif 3M, maka program kampanye massif, lalu membentuk tim untuk menyusun program sosialisasi yang maksimal agar 3M menjadi AdaptasiKebiasaanBaru(AKB). Dan soal sanksi atau penegakan disiplin harus dimaksimalkan dan dilanjutkan sesuai dengan Inpres No.6 /2020.

Dalam kesempatan ini Qodari pun menawarkan strategi lokomotif kereta api dalam penanganan Covid-19 dan ekonomi.

Presiden Jokowi sendiri telah menekankan Kesehatan sebagai paradigma baru dalam penanganan Covid-19. Perubahan paradigma ini harus diikuti oleh perubahan strategi.

“Maka strategi yang tepat bukan Rem dan Gas tapi strategi Lokomotif Kereta Api, yakni kesehatan, khususnya pencegahan Covid-19, menjadi lokomotifnya dan ekonomi, politik, pendidikan, kesenian, olahraga, dan lain-lain menjadi gerbongnya. Sebagai lokomotif, kesehatan dijadikan prioritas baik secara regulasi, kelembagaan, personalia maupun anggaran," kata Qodari.

Untuk itu, sambungnya, regulasi, personalia dan anggaran untuk program maksimal pencegahan Covid-19 harus dihitung, dianggarkan, dan diimplementasikan secepatnya agar Covid-19 juga turun secepatnya.

Pengurus KSDI Adi Kurniawan m
Pengurus KSDI Adi Kurniawan membacakan kesimpulan pemaparan M Qodari.

Dalam hal sanksi, moderator Maruarar Sirait melakukan poling kepada partstipan dengan salah satu pertanyaannya adalah apakah setuju tidak bila aparat lebih tegas lagi dalam menegakkan protokol kesehatan.

Hasilnya adalah 97 persen menyatakan setuju bil aparat lebih tegas lagi, dan hanya 3 persen yang mengatakan tidak setuju.

Moderator pun berterimakasih kepada Qodari, yang merupakan surveyor dengan lembaga yang kredibel dan dengan data-data yang akurat dan tepat.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas