Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kejaksaan Agung Kebakaran

Bareskrim Polri Kembali Periksa 17 Saksi Terkait Kasus Kebakaran Kejagung

Bareskrim Polri kembali memeriksa 17 saksi dalam insiden kebakaran gedung Kejaksaan Agung RI pada hari ini, Selasa (22/9/2020).

Bareskrim Polri Kembali Periksa 17 Saksi Terkait Kasus Kebakaran Kejagung
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Petugas Bareskrim Polri melepas Polisiline sebagai tanda usainya penyelidikan polisi di tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2020). Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo memberikan keteangan hasil Puslabfor dan telah memeriksaan 131 saksi serta mengumpulkan data-data, berkesimpulan kebakaran yang terjadi pada Sabtu 22 Agustus terdapat dugaan peristiwa pidana. (WARTAKOTA/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri kembali memeriksa 17 saksi dalam insiden kebakaran gedung Kejaksaan Agung RI pada hari ini, Selasa (22/9/2020).

Pemeriksaan itu untuk mencari pihak yang dianggap bersalah dalam kasus tersebut.

Baca: Polisi Sebut Rekaman CCTV di Titik Sumber Api Gedung Kejagung Banyak yang Rusak Terbakar

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo mengatakan saksi yang hadirkan berasal dari pihak internal dan eksternal Kejaksaan Agung RI, Mulai dari tukang hingga staf kejaksaan agung.

"Hari Selasa ini pukul 13:00 WIB tim penyidik gabungan Polri kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung memeriksa 17 saksi terdiri dari pekerja/tukang, staf Kejaksaan Agung, Kamdal dan PNS Kejaksaan Agung," kata Sambo dalam keterangannya, Selasa (22/9/2020).

Semua tim pemadam kebakaran (damkar) yang menjinakkan api di Gedung Utama Kejaksaan Agung sudah meninggalkan lokasi pada Minggu (23/8/2020) sore.
Semua tim pemadam kebakaran (damkar) yang menjinakkan api di Gedung Utama Kejaksaan Agung sudah meninggalkan lokasi pada Minggu (23/8/2020) sore. (Tribunnews.com/Ilham)

Di sisi lain, pihaknya juga merencanakan melakukan persetujuan penyitaan barang bukti kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait kasus tersebut.

"Agenda lain adalah mengajukan penetapan persetujuan penyitaan ke PN Jakarta Selatan dalam penyitaan barang bukti dari Puslabfor," pungkas jenderal bintang satu itu. 

Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas