Tribun

Sungai Ciliwung Meluap

Terjadi Anomali Cuaca, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sebut Potensi Banjir di Ibu Kota Bisa Lebih Cepat

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut bencana banjir di ibu kota berpotensi lebih cepat terjadi.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Terjadi Anomali Cuaca, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sebut Potensi Banjir di Ibu Kota Bisa Lebih Cepat
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, saat ditemui Warta Kota di meja kerjanya, Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2020). Ahmad Riza Patria hari ini mulai bekerja di kantor pada hari pertama usai dilantik Presiden RI Joko Widodo pada Rabu (15/4) kemarin. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut bencana banjir di ibu kota berpotensi lebih cepat terjadi.

Hal itu terjadi karena ada anomali cuaca atau perubahan iklim tak biasa di Indonesia.

Kata dia, jika biasanya bencana banjir terjadi di bulan Desember, Januari hingga Maret, tapi siklus tersebut berpotensi lebih cepat.

"Biasanya banjir masuknya Desember, Januari, sampai Maret. Ada potensi lebih cepat," kata Riza kepada wartawan, Rabu (23/9/2020).

Baca: Kemampuan Wonderkid Persija Jakarta Bikin Tottenham Hotspur Terkesan

Menghadapi potensi tersebut, Pemprov DKI kata dia terus menanggulangi banjir dalam rangka menghadapi musim hujan.

Setidaknya ada 54 ekskavator yang dikerahkan untuk mengeruk lumpur guna mengatasi pendangkalan sungai.

Baca: BREAKING NEWS: Polisi Gerebek Klinik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat, Dokter Hingga Pasien Diamankan

Ekskavator itu bekerja terus setiap hari di sungai-sungai ibu kota dan sejumlah waduk.

"Masyarakat mungkin tidak lihat kami punya 54 alat berat ekskavator yang setiap hari mengeruk sungai dan waduk di Jakarta dalam rangka meningkatkan volume penampungan air," ucap dia.

Baca: Punya Bekal dari Tottenham Hotspur, Nathan Fariel Kusuma Bangga Perkuat Persija Jakarta

Pemda DKI juga telah membuat sodetan, mengatur pintu air, hingga memperbaiki pompa-pompa air ataupun rumah pompa yang ada.

Riza menegaskan petugas bekerja bukan hanya kala banjir melanda, tapi juga saat kemarau terjadi.

"Jangan dikira petugas pompa kami cuma kerja saat banjir, saat kemarau mereka juga mengatur pompa," katanya.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas