Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

UU Cipta Kerja

Polri Gelar Razia Pedemo UU Cipta Kerja di Stasiun Hingga Terminal Antisipasi Kelompok Anarko

Antisipasi penyusupan kelompok anarko dan perusuh, polisi razia peserta demo hingga ke stasiun dan terminal di sekitar Jakarta.

Polri Gelar Razia Pedemo UU Cipta Kerja di Stasiun Hingga Terminal Antisipasi Kelompok Anarko
Igman Ibrahim
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat memegang uang palsu (black dollar) dari hasil penipuan WNA Asal Kamerun. (Igman Ibrahim/Tribunnews.com) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian RI mengantisipasi adanya kelompok yang berniat melakukan tindakan anarkis dalam aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Istana Negara, Jakarta Pusat pada hari ini, Selasa (13/10/2020).

"Razia-razia kan kami sudah pengalaman dari kemarin kami tetap lakukan razia orang-orang yang niatnya bukan demo tapi melakukan anarkis kerusuhan, itu kami lakukan razia semuanya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Dia mengatakan razia akan dilakukan di stasiun hingga terminal yang berada di sekitar Jakarta.

Menurut Yusri, razia tersebut sebagai langkah antisipasi adanya massa yang berniat bertujuan anarkis saat aksi unjuk rasa.

"Kami antisipasi takutnya kelompok-kelompok anarko ini bikin kerusuhan. Kalau kami temukan akan kami amankan mereka lagi. Itu antisipasi kami secara preventif ya. Preemtif kami mengimbau semua masyarakat yang mau demo seharusnya tidak usah di masa pandemi Covid-19," tandasnya.

Baca juga: KSPI Mengaku Tidak Tahu Latar Belakang FPI dan PA 212 Demo UU Cipta Kerja

Baca juga: Live Demo UU Cipta Kerja di Monas, Bisa Dipantau Via Kompas TV hingga CNN di Sini

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya menerjunkan puluhan ribu personel aparat gabungan dari TNI-Polri.

Mereka disiagakan di sekitar Monas dan Istana Negara, Jakarta Pusat.

"Pasukan 12 ribu pengamanan terdiri dari Polri TNI dan pemprov tapi masih ada kami siapkan, kita ada yang standby. Itu pusatnya di Monas ya. Cadangan kami  DPR RI," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Baca juga: Dijaga 12 Ribu Personel, Polri Minta Pedemo UU Cipta kerja Taati Protokol Kesehatan dan Tak Anarkis

Baca juga: Demo Tolak UU Cipta Kerja Ricuh, Prabowo: Pasti Ada Dalang dan Dibiayai Asing

Polisi, ungkap Yusri, mengharapkan masyarakat tetap tenang, termasuk, kegiatan-kegiatan perekonomian dan perkantoran yang berada di sekitar lokasi unjuk rasa.

"Aparat menjamin keamanan masyarakat. Kami mengharapkan masyarakat untuk tenang untuk sentra-sentra perekonomian dan juga mall-mall yang ada sudah kami siapkan pengamanan TNI Polri. Jakarta Insya Allah aman," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengharapkan peserta unjuk rasa tetap mentaati protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona.

Selain itu, mereka juga mengharapkan tidak adanya insiden kericuhan dalam penyampaian pendapat.

"Imbauan kami kepada pendemo untuk mentaati protokol kesehatan dan jangan membuat keributan yang bisa meresahkan masyarakat. Kami dari kepolisian bersikap persuasif dan humanis tapi tegas. Siapapun yang akan bertindak kerusuhan aparat tidak segan-segan menindak tegas," pungkasnya.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas