Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

KPU Minta Paslon Ikut Sosialisasikan Prokes saat Kampanye Pilkada

Komisi Pemilihan Umum RI meminta peserta Pilkada ikut menyosialisasikan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 di tengah kegiatan kampanye.

KPU Minta Paslon Ikut Sosialisasikan Prokes saat Kampanye Pilkada
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
PSBB TRANSISI - Tim Operasi Yustisi 2020 Pencegahan Covid-19 Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menggelar razia pelanggar aturan protokol kesehatan di Jalan Lapangan Bola, Senin (12/10/2020). Pemprov DKI Jakarta mengumumkan kebijakan PSBB Transisi Jilid II, mulai 12 Oktober hingga 25 Oktober mendatang. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNES.COM, JAKARTA - Tahapan masa kampanye Pilkada Serentak 2020 telah berjalan selama 22 hari, sejak dimulai pada 26 September 2020 lalu.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI meminta peserta Pilkada ikut menyosialisasikan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 di tengah kegiatan kampanye mereka.

Paslon bisa menyosialisasikan prokes mendasar seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker (3M) dalam setiap kegiatan kampanyenya bersama masyarakat.

Warga mencuci tangan menggunakan wastafel portable di Jalan Kendal Jakarta, Sabtu (3/10/2020). Untuk terus menumbuhkan kepatuhan masyarakat tentang protokol kesehatan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengkampanyekan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak agar angka positif Covid-19 di Indonesia menurun. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Warga mencuci tangan menggunakan wastafel portable di Jalan Kendal Jakarta, Sabtu (3/10/2020). Untuk terus menumbuhkan kepatuhan masyarakat tentang protokol kesehatan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengkampanyekan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak agar angka positif Covid-19 di Indonesia menurun. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Pelaksana Harian (Plh) Ketua KPU RI Ilham Saputra mengatakan hal tersebut menjadi penting, sebab masa kampanye menjadi tahapan yang paling krusial dalam penerapan prokes.

Pasalnya dalam kegiatan tersebut ada potensi kerumunan massa yang minim penjagaan jarak.

Sehingga diharapkan ada pengingat baik datang dari penyelenggara maupun paslon sendiri.

"Kampanye ini menjadi tahapan krusial dalam implementasi prokes, karena berpotensi kerumunan massa, meskipun KPU sudah mengaturnya," kata Ilham seperti dikutip Tribunnews.com dari laman kpu.go.id, Sabtu (17/10/2020).

Komisioner KPU RI Ilham Saputra
Komisioner KPU RI Ilham Saputra (Tribunnews.com/Danang Triatmojo)

Sementara itu Komisioner KPU RI Pramono Ubaid mengatakan publik masih belum paham bahwa pengaturan kampanye dan pemungutan suara di TPS dilakukan sesuai prokes.

Publik disebut masih melihat bahwa pelaksanaan pesta demokrasi tahun ini masih sama seperti pemilihan sebelumnya.

Sehingga kata dia, sudah menjadi tugas penyelenggara pemilu untuk memperkuat image building bahwa KPU telah mengatur segala tahapan Pilkada dan diselaraskan dengan penerapan prokes pencegahan Covid-19.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas