Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hari Santri, saatnya Santri Jadi Modal Masa Depan Bangsa

Hari Santri menjadi momentum untuk meningkatkan pemberdayaan santri agar semangat santri sebagai pejuang bangsa terus menggema.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Larasati Dyah Utami
zoom-in Hari Santri, saatnya Santri Jadi Modal Masa Depan Bangsa
Dok DPP LDII (2019)
LDII menggabungkan pendidikan formal dengan pesantren. Tak hanya belajar ilmu agama, santri di Ponpes Gading Mangu, Jawa Timur turut memperoleh pendidikan berbasis IT dan keterampilan. 

Dalam dunia kerja, alumni pesantren dianggap tidak memiliki kecakapan keterampilan, selain di bidang agama, padahal tidak demikian.

Baca juga: Puan: Hari Santri Nyalakan Semangat Gotong Royong untuk Indonesia

Menurut Chriswanto, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren membawa angin segar bagi masyarakat pesantren.

Undang-Undang yang disahkan Presiden Joko Widodo itu semakin meneguhkan eksistensi lembaga pendidikan tertua di Indonesia tersebut.

“Afirmasi dan rekognisi pesantren sebagai satuan pendidikan semakin nyata dengan dituangkannya fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat dalam UU Pesantren,” ujarnya.

LDII sendiri menggabungkan pendidikan formal dengan pesantren.

Dengan demikian, santri selain memperoleh pengetahuan agama juga memiliki pengetahuan umum yang setara dengan sekolah atau pendidikan tinggi lainnya

Baca juga: Selamat Hari Santri Nasional 2020, Diperingati Setiap 22 Oktober, Berikut Sejarah & Tema Tahun 2020

Chriswanto mengatakan santri memiliki paket lengkap dalam hal kognitif dan afektif.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara dari sisi kecerdasan emosional dan kecerdasan dalam menyelesaikan masalah, mereka andal karena terbiasa mandiri.

Mereka memiliki kesabaran dan analisis karena terbiasa menelaah kitab.

“Secara keseluruhan santri memiliki daya hafal yang tinggi, dengan demikian mereka adalah generasi yang cerdas,” ujar Chriswanto.

Dengan demikian, menurut Chriswanto, memberdayakan dan mendidik santri dengan ilmu agama dan ilmu pengetahuan serta teknologi, merupakan modal besar membangun Indonesia yang karakteristiknya profesional religius.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas