Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Polsek Ciracas Diserang

KSAD dan Istri Lepas Kepulangan 2 Polisi Korban Penyerangan Mapolsek Ciracas

Bripka Tukin mengalami luka memar serius di wajah bagian kanan sehingga membuat dirinya mengalami gangguan penglihatan karena kerusakan retina. ⁣

KSAD dan Istri Lepas Kepulangan 2 Polisi Korban Penyerangan Mapolsek Ciracas
ist
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa bersama istri Hetty Andika Perkasa menjenguk Bripka Tukin di RSPAD Gatot Soebroto. Bripka Tukin diketahui sebagai korban peristiwa penyerangan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (29/8/2020) dini hari. 

"Dimas ingat nggak kita datang waktu itu?" tanya Jenderal Andika.

Mendengar pertanyaan tersebut, Bripda Dimas mengaku dirinya tidak tahu bila Jenderal Andika sebelumnya pernah menjenguk dirinya.

"Tidak ya? waktu itu dimas ditidurkan waktu kita datang kan ya?" ujar jenderal Andika.

Setelah berbincang beberapa saat, Jenderal Andika pun memberikan bantuan kepada Bripda Dimas yang dikemas dalam gadi bag.

"Dimas kita memberikan tali silaturahmi karena luka-luka dan tindakan-tindakan oknum yang menyebabkan Dimas jadinya harus mengalami seperti ini, dirawat di rumah sakit selama 36 hari, walau pun kita berikan yang terbaik tapi kan tetap ini kan menjadikan masa-masa sulit yang harusnya tidak dilalui oleh Dimas," kata Jenderal Andika.

Bripda Dimas pun mengucapkan terimakasih atas perhatian yang diberikan Jenderal Andika kepadanya.

"Saya ucapkan terimakasih atas peran bapak sekalian sehingga perawatan anak saya diberikan yang terbaik, sehingga bisa sembuh total," ujar orangtua Bripda Dimas kepada Jenderal Andika dan istri.

Dokter yang menangani korban Ciracas di RSPAD, Kolonel M Hasyim mengatakan, pihaknya menerima Dimas setelah mendapatkan perawatan selama tiga hari di RS Bhayangkara.

Ketika itu, pemindahan Dimas ke RSPAD dikawal ketat, karena tanda-tanda vitalnya tidak stabil.

Hal senada diungkapkan Kolonel Sholihul Muhibbi.

Dia mengatakan pasien diterima dalam keadaan tak sadarkan diri, indikasi awal fungsi otak pasien terganggu.

Halaman
1234
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas