Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Jiwasraya

Curhat Nasabah WanaArtha Life Bagian Pertama, 'Kami Terancam Mati'

Sub rekening efek Wanaartha terdapat uang sekitar Rp4 triliun yang 75 persen dananya milik 26 ribu nasabah. Satu di antaranya adalah Hana.

Curhat Nasabah WanaArtha Life Bagian Pertama, 'Kami Terancam Mati'
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Suasana sidang secara virtual pembacaan vonis kasus dugaan korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (26/10/2020). Sidang tersebut dengan agenda pembacaan vonis untuk dua terdakwa mantan Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan mantan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) Heru Hidayat terkait kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

Hana menjelaskan kembali, dirinya sebagai nasabah WanaArtha merasa dikorbankan. Karena tabungannya akan disita negara.

Baca juga: Rekam Jejak 6 Terdakwa Korupsi Jiwasraya yang Divonis Hukuman Seumur Hidup

"Mengapa kami harus dikorbankan dalam kasus ini? Mengapa nasabah Jiwasraya diselamatkan tapi kami yang juga nasabah dihiraukan? Bukankah pemerintah seharusnya berlaku adil kepada seluruh masyarakat? Mengapa dibedakan perlakuannya?" tutur Hana.

Hana bercerita uang yang ada di WanaArtha Life seharusnya digunakan untuk biaya pengobatan keluarga. Ia memasukan tabungan sekira 90% dari uang yang dimilikinya di WanaArtha Life (WAL).

"Kami terancam mati kalau kami tidak bs mendapatkan tabungan kami sendiri pak. Saya simpan tabungan saya 90% di WAL dan sangat membutuhkan uang untuk berobat.

Mama saya juga sudah tua saya butuh uang itu untuk merawat dia," ucapnya.

Hana, sebagai nasabah akan melakukan keberatan sita sesuai dengan UU Tipikor Pasal 19 ayat 3.

"Dan akan terus menyuarakan kepada pemerintah agar ada terobosan hukum dan keadilan di Indonesia.

Kami percaya bahwa masih ada ruang untuk kemanusiaan, kebenaran dan keadilan berdiri tegak sejajar," imbuh Hana.

Sementara itu Juru Bicara Perhimpunan Nasabah WanaArtha Freddy Handoyo mengatakan segala upaya tengah dilakukan untuk mendesak pihak WanaArtha.

"Usaha dan upaya para nasabah sekarang mereka ke Management WanaArtha.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas