Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

JK Nilai Pemerintah Belum Jelaskan secara Baik Niat Tujuan UU Cipta Kerja sehingga Picu Unjuk Rasa

JK mengatakan UU tersebut justru menyelesaikan persoalan pokok terkait investasi di Indonesia yang banyak dikeluhkan pengusaha

JK Nilai Pemerintah Belum Jelaskan secara Baik Niat Tujuan UU Cipta Kerja sehingga Picu Unjuk Rasa
Dok PMI
Jusuf Kalla 

Tapi kalau keadaan ekonominya di sini berat sulit, izinnya macam-macam  pasti terjadi masalah," kata JK. 

JK mengatakan UU tersebut justru menyelesaikan persoalan pokok terkait investasi di Indonesia yang banyak dikeluhkan pengusaha yakni di antaranya sulitnya mendapat izin berusaha.

Baca juga: Hyundai Pastikan Mobil Listrik Ioniq dan Kona Aman Digunakan Saat Hujan

"Itu justru pokok masalahnya kita selesaikan dengan mempermudah orang berusaha di Indonesia sehingga lapangan kerja terbuka," kata JK. 

JK juga mengatakan buruh dan masyarakat juga memikirkan kebutuhan lapangan kerja bagi calon tenaga kerja yang menurutnya mencapai tiga juta per tahun. 

JK pun mempertanyakan bagaimana cara kebutuhan tersebut dipenuhi tanpa adanya kemudahan berinvestasi bagi para pengusaha yang diharapkan dapat membuka lapangan perkerjaan.

"Makanya tanpa lapangan kerja yang baik, mudah, maka bagaimana ini?

Termasuk sarjana, yang mahasiswa sekarang.

Baca juga: Paula Verhoeven Ketakutan, Kiano Menunjuk ke Arah Pintu Sambil Merengek Ternyata Ingin Ini

Itu yang tamat sarjana kan sejuta orang per tahun. Jadi di mana dia mau kerja kalau kita tidak buka lapangan kerja?" kata JK. 

Namun demikian JK menilai pemerintah belum menjelaskan dengan baik terkait niat dan tujuan dari UU yang memicu polemik kemudian menyebabkan berbagai aksi unjuk rasa berujung kekerasan di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Ya pasti perlu komunikasi yang baik. Penjelasan yang baik," kata JK. 

Penulis: Gita Irawan
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas