Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pesan Pimpinan Komisi VII untuk Dirjen Migas Prof Tutuka Ariadji dan Dirjen EBTKE Dadan Kusdiana

Kepada Dirjen Migas yang baru, Eddy mengingatkan fakta saat ini Indonesia mengalami penurunan lifting Migas secara konsisten dari tahun ke tahun.

Pesan Pimpinan Komisi VII untuk Dirjen Migas Prof Tutuka Ariadji dan Dirjen EBTKE Dadan Kusdiana
Reynas Abdila
Dadan Kusdiana 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno menyampaikan ucapan selamat kepada Prof Tutuka Ariadji dan Dadan Kusdiana atas jabatan barunya.

Tutuka diketahui diangkat sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas).

Sementara Dadan diangkat sebagai Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM.

"Saya ucapkan selamat kepada Prof. Tutuka Ariadji yang telah diangkat sebagai Dirjen Migas yang baru dan Pak Dadan Kusdiana yang juga baru diangkat sebagai Dirjen EBTKE yang baru," ujar Eddy, dalam keterangannya, Senin (9/11/2020).

Eddy memaparkan ada sejumlah tantangan dan peluang Indonesia di sektor Migas dan Energi Baru dan Terbarukan. Karenanya dia pun berpesan kepada dua pejabat eselon I tersebut.

Baca juga: Perusahaan Migas Dunia Hancur Lebur, 400.000 Lebih Pekerja Kena PHK

Kepada Dirjen Migas yang baru, Eddy mengingatkan fakta saat ini Indonesia mengalami penurunan lifting Migas secara konsisten dari tahun ke tahun.

Pada 2020 ini Indonesia juga harus mengantisipasi lifting Migas yang hanya 705.000 barel per hari.

"Kami berharap Dirjen baru mampu meningkatkan lifting Migas kita ke depannya dengan mendorong penemuan cadangan-cadangan baru" kata dia.

Eddy juga mendorong agar ekosistem dari investasi Indonesia di bidang Migas lebih menarik dan kompetitif.

Mengingat, kata dia, ada beberapa pemain besar yang meninggalkan Indonesia. Misalnya Shell di Masela dan Chevron di proyek IDD, Kalimantan Timur.

Baca juga: UU Cipta Kerja Disahkan, Pimpinan Komisi VII Tegaskan Pentingnya Revisi Undang-Undang Migas

"Oleh karena itu, kami berharap penurunan masalah penurunan lifting Migas itu juga bisa ditangani sekaligus menangani iklim investasi di sektor migas," tambahnya.

Kepada Dirjen EBTKE yang baru, Eddy berharap dapat menjalin kerja sama yang baik untuk menuntaskan UU Energi Baru dan Terbarukan yang tengah digodok di DPR.

Selain itu, Sekretaris Jenderal DPP PAN itu juga ingin mereka dapat bekerja sama dalam upaya mempercepat bauran energi agar Energi Baru dan Terbarukan semakin meningkat dalam keseluruhan bauran energi nasional.

"Kedua hal di atas adalah agenda strategis yang harus dilakukan agar ketergantungan kita terhadap energi fosil bisa berkurang sekaligus memanfaatkan seluruh potensi Energi Baru dan Terbarukan yang ada di Indonesia terutama Matahari, Geotermal, Angin, Air dan lain-lain," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas