Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Momen Hari Pahlawan, Perpusnas: Pemuda Dapat Berjuang Melalui Literasi

Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando menilai perjuangan di masa kini dapat dilakukan pemuda dengan meningkatkan literasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Momen Hari Pahlawan, Perpusnas: Pemuda Dapat Berjuang Melalui Literasi
freepik.com/user4344078
Kumpulan 40 ucapan selamat Hari Pahlawan 10 November yang jatuh pada Selasa (10/11/2020). Lengkap dengan gambar. Bagikan di WA atau jadi status di IG, FB, dan Twitter. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando menilai perjuangan di masa kini dapat dilakukan pemuda dengan meningkatkan literasi.

Pemanfaatan teknologi, menurut Syarif bisa dimaksimalkan untuk pemberdayaan kreativitas dan pengembangan literasi.

"Maka penting bagi kita untuk meningkatkan indeks literasi generasi muda sebagai genrasi bangsa Indonesia saat ini," ujar Syarif dalam webinar Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2020: Peran Pemuda dalam Meningkatkan Literasi di Indonesia, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Usai Ziarah di TMP Kalibata, Presiden Jokowi Tetapkan 6 Tokoh Jadi Pahlawan Nasional

Dirinya mengatakan kemampuan literasi yang baik akan membantu memahami informasi dan ilmu pengetahuan baik lisan maupun tertulis.

Penguasaan literasi berguna dalam mendukung memilah informasi atau pengetahuan yang dibutuhkannya.

“Perlu diingat literasi bukan bersifat temporer tetapi dinamis agar pemuda terus berkarya dan siap membangun bangsa melalui keterampilan yang tercipta melalui penguasaan literasi," tutur Syarif.

"Maka generasi muda harus siap menjadi tonggak pembangunan guna mensejajarkan Indonesia dengan negara-negara lain di percaturan global," tambah Syarif.

Baca juga: Kata-kata Mutiara dari Para Pahlawan Nasional, Cocok Dibagikan di WA, FB, IG dan Twitter

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Syarif, generasi muda akan menentukan arah percaturan global.

Saat ini setiap individu persaingannya adalah dunia, bukan nasional lagi.

Syarif berharap ilmu pengetahuan dengan perkembangan teknologi digital harus mampu dikuasai.

“Namun kita jangan salah kaprah. Perpustakaan digital dengan konsep karya cetak dan rekam masih diperlukan, termasuk di seluruh dunia," pungkas Syarif.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas