Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tanpa Intervensi Dini, Penanganan Diabetes di Pelayanan Kesehatan Diestimasikan Rp 199 Triliun

Penanganan diabetes di JKN mengeluarkan biaya yang tinggi dengan mayoritas pembiayaan digunakan untuk menangani komplikasi

Tanpa Intervensi Dini, Penanganan Diabetes di Pelayanan Kesehatan Diestimasikan Rp 199 Triliun
Shutterstock
Ilustrasi pengecekan kadar gula darah diabetesi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dampak dari Diabetes Melitus tipe 2 bisa menggerus keuangan dari BPJS Kesehatan, jika peserta tidak ditangani dengan sangat serius.

Diperlukan studi khusus dan mendalam, sementara diperlukan pula perubahaan  regulasinya  oleh pemerintah.

Ini dikatakan Ketua Center for Health Economics and Policy Studies (CHEPS) Universitas Indonesia, Budi Hidayat  dalam webinar bertajuk Media Briefing “The Economic Burden of Diabetes and The Innovative Policy” yang diselenggarakan CHEPS, Jumat (13/11/2020).

Pembicara lain dalam acara itu adalah, Dirut BPJS Kesehatan yang wakili oleh Deputi Direksi Ari Dwi Aryani dan Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Ketut Suastika dan Staf Ahli Menkesk Mariya Mubarika yang bertindak sebagai moderator.

Menurut Budi, penanganan diabetes di JKN mengeluarkan biaya yang tinggi dengan mayoritas pembiayaan digunakan untuk menangani komplikasi, mengingat 57% pasien Diabetes tipe 2 memiliki satu atau lebih komplikasi.

Lalu 74% pembiayaan diabetes digunakan untuk mengobati komplikasi terkait diabetes dan biaya untuk mengobati komplikasi 2x lipat lebih tinggi dibandingkan non komplikasi.

Baca juga: Puasa Sehat untuk yang Punya Diabet, Ini Makanan yang Cocok Jaga Gula Darah Tetap Normal

“Jika tidak dilakukan intervensi yang tepat sejak dini, maka penanganan diabetes di pelayanan kesehatan diestimasikan mencapai Rp 199 T dan pembiayaan untuk komplikasi sendiri mencapai Rp142 triliun dari Rp 199 triliun,” jelas Budi.

Budi melanjutkan, ada langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan komplikasi dan menekan pembiayaan komplikasi pada diabetes yaitu, mencegah terjadinya komplikasi pada orang yang sudah terdiagnosa diabetes dengan terapi optimal dan mencegah terjadinya diabetes pada orang yagn belum memiliki risiko diabetes.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Ari Dwi Aryani mengatakan, manfaat jaminan kesehatan bersifat pelayanan kesehatan perseorangan mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

“Pelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang sesuai indikasi medis dan kompetensi fasilitas kesehatan dimulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yaitu puskesmas dan klinik,” kata Ari.

Baca juga: 1.278 Guru dan Tenaga Kesehatan Sudah Dapat Tiket Gratis Kereta Api, Ini Syarat dan Ketentuannya

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas