Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Frederich Yunadi Singgung Nama Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango di Sidang PK

Donny Tri Istiqomah adalah pengacara PDIP dalam kasus yang menjerat Harun Masiku, eks calon anggota legislatif dari PDI perjuangan

Frederich Yunadi Singgung Nama Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango di Sidang PK
Tribunnews.com/Theresia
Frederich Yunadi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terpidana kasus merintangi penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Frerich Yunadi, menjalani sidang lanjutan peninjauan kembali (PK).

Dalam sidang yang digelar secara virtual pada Senin (16/11/2020), mantan advokat eks Ketua DPR Setya Novanto itu menghadirkan saksi ahli Muhammad Said Karim selaku Guru Besar Hukum Pidana dan Hukum Acara Pidana Universitas Hasanuddin.

Kata Fredrich, seorang advokat dalam menjalankan tugasnya tidak bisa dijerat hukum. Ia pun mengutip pernyataan Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango.

"Mohon dalam hal ini apakah ahli pernah membaca berita yang di dalam lingkungan tirtayasa, Wakil Ketua KPK Bapak Nawawi Pomolango mantan ketua Pengadilan Jaktim yang juga mantan hakim PT Denpasar yang menyatakan di hadapan pubik, dan tersangka, sedangkan Hasto (Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP, red) masih jauh, sedangkan Donny adalah pengacara partai yang sedang menjalankan tugasnya sehingga tidak bisa dijerat. Gimana pendapat ahli terhadap pendapat wakil ketua KPK tersebut?" ucap Fredrich secara virtual.

Patut diketahui, Donny Tri Istiqomah adalah pengacara PDIP dalam kasus yang menjerat Harun Masiku, eks calon anggota legislatif dari partai banteng moncong putih tersebut.

Said sebagai saksi ahli sependapat dengan pernyataan Fredrich, yang menukil Nawawi Pomolango, soal advokat tak bisa dijerat hukum ketika tengah menjalankan tugas.

"Jika benar Pak Nawawi Pomolango sebagai mantan ketua PN Jaktim dan mantan hakim PT Denpasar dulu, dan sebagai salah satu petinggi KPK, menurut ahli benar pernah menyatakan bahwa advokat ketika menjalankan tugasnya sebagai advokat tidak dapat dijerat," tutur Said.

Baca juga: WHO: Vaksin Tidak Akan Otomatis Langsung Hentikan Pandemi Covid-19

Akan tetapi, Said mengakui belum sempat membaca pernyataan Nawawi yang dikutip oleh Fredrich. Namun, ia setuju bahwasanya advokat tak bisa dijerat hukum ketika menjalankan tugas.

Fredrich yang dijerat dengan pasal perintangan penyidikan, menurut Said, sangat tidak sesuai. Soalnya, setiap hal yang dilakukan kuasa hukum itu diatur oleh undang-undang tentang advokat.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas