Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibadah Haji 2020

Kemenag Siapkan 3 Opsi Keberangkatan Ibadah Haji

Pemerintah Indonesia belum mendapatkan tanda adanya penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/ 2022 lantaran masih adanya pandemi Covid-19.

Kemenag Siapkan 3 Opsi Keberangkatan Ibadah Haji
Tribunnews/Jeprima
Menteri Agama, Fachrul Razi menyampaikan sejumlah catatan dan evaluasi penyelenggaraan umrah saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2020). Pada kesempatan itu Fachrul Razi menegaskan bahwa kabar adanya penutupan visa umrah bagi jemaah Indonesia adalah hoaks atau bohong. Jemaah Indonesia akan kembali berangkat umroh pada 22 November mendatang. Tribunnew/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, saat ini pemerintah Indonesia belum mendapatkan tanda adanya penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/ 2022 lantaran masih adanya pandemi Covid-19.

Namun demikian, Kementerian Agama menyiapkan 3 opsi keberangkatan ibadah haji 2021.

Baca juga: Ini Rahasia Pemerintah Arab Saudi Sukses Selenggarakan Ibadah Haji di Tengah Pandemi Covid-19

Hal itu disampaikan Fachrul dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (18/11/2020).

Pertama, jemaah diberangkatkan dengan kuota penuh yang sama dengan tahun 2020 yang gagal diberangkatkan yaitu sebesar 221 ribu jemaah.

Baca juga: Arab Saudi Cabut Larangan Ibadah Haji di Tengah Lonjakan Covid-19, Dibagi 2 Fase, Ini Jumlahnya

Opsi kedua, jemaah diberangkatkan dengan kuota terbatas sesuai pemberian pemerintah Arab Saudi, jika masa pandemi covid belum berakhir dan vaksin belum ada.

"Pembatasan kuota ini akan berdampak pada keberangkatan jemaah yang telah melakukan pelunasan pada tahun 2020 tidak semua dapat diberangkatkan, sesuai dengan kriteria persyaratan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi," kata Fachrul.

"Alternatif ketiga, jemaah batal diberangkatkan jika pemerintah Arab Saudi tidak memberikan kuota kepada pemerintah Indonesia," tambahnya.

Sementara itu, penyedia layanan haji tahun 2020 kembali ditetapkan menjadi penyedia layanan haji 2021 jika pemerintah Arab Saudi memberikan kuota jemaah haji untuk Indonesia di tahun 2021.

Menag Fachrul mengungkapkan ada 221.000 kuota jemaah yang seharusnya diberangkatkan haji pada 2020.

Jumlah tersebut terbagi untuk kuota haji reguler sebanyak 203.320 jemaah dan kuota haji khusus sebanyak 17.680 jemaah.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: chaerul umam
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas