Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Politikus NasDem Minta Pemerintah Jelaskan Secara Rinci Soal Vaksin Covid-19

Pemerintah diminta jelaskan secara rinci soal Vaksin Covid-19 yang rencananya akan dimulai bertahap pada 2021 sehingga tidak tumpang tindih.

Politikus NasDem Minta Pemerintah Jelaskan Secara Rinci Soal Vaksin Covid-19
TRIBUN/BIRO PERS/MUCHLIS Jr
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Senin (7/12/2020). Vaksin asal Cina tersebut tiba di Indonesia melalui terminal cargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (6/12/2020) malam. TRIBUNNEWS/BIRO PERS/MUCHLIS Jr 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat prasejahtera yang berada di pelosok Indonesia, masih dalam situasi yang tidak pasti untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Hal tersebut disampaikan politikus NasDem, Muhammad Farhan dalam mengkritisi vaksinasi yang rencananya akan dimulai bertahap pada 2021.

Menurut Farhan, upaya baru Tim Gugus Tugas Pusat Pengendalian Covid-19 dengan membentuk juru bicara vaksinasi Covid-19, terlihat tidak efektif bagi masyarakat.

"Saya tidak mengerti, mengapa lima jubir yang ditunjuk untuk menjelaskan tentang vaksin ini seperti enggak terdengar di manapun," ujar Farhan dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Baca juga: Soal Tes Usap, Satgas Covid Sebut Ada Provinsi Melewati Batas Aturan WHO

Baca juga: HNW Minta Kemenag Lebih Serius Bantu Pesantren Tangani Covid-19

Ia mengaku khawatir terjadi tumpang tindih dan tarik menarik kewenangan soal komunikasi publik, sehingga lima jubir vaksin Covid-19 suaranya nyaris tidak terdengar.

Farhan pun menyebut adanya kegagalan koordinasi di antara lembaga negara dengan BUMN yang menangani Covid-19.

"Tercermin dari optimisme yang tiba-tiba membludak karena kedatangan 1,2 juta dosis vaksin Sinovac. Padahal BPOM tegas tidak akan keluarkan izin pemakaian darurat dalam waktu dekat," ujarnya.

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Senin (7/12/2020). Vaksin asal Cina tersebut tiba di Indonesia melalui terminal cargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (6/12/2020) malam. TRIBUNNEWS/BIRO PERS/MUCHLIS Jr
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Senin (7/12/2020). Vaksin asal Cina tersebut tiba di Indonesia melalui terminal cargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (6/12/2020) malam. TRIBUNNEWS/BIRO PERS/MUCHLIS Jr (TRIBUN/BIRO PERS/MUCHLIS Jr)

Lima juru bicara tersebut, kata Farhan  belum memberikan keyakinan kepada masyarakat soal vaksin secara transparan mengenai teknis penerimaannya.

"Narasi komunikasi publik yang dibangun pemerintah tidak jelas. Vaksin ini harus dipersepsikan sebagai apa? Solusi semua permasalahan akibat pandemik? Atau salah satu dari sekian banyak solusi?," tuturnya.

Hasilnya, publik dihadapkan pada situasi bimbang soal vaksin, karena kerap bertolak belakang dengan wacana terkait agenda vaksinasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas