Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

DPP Nasdem: Kalau Ada Reshuffle, Orang Itu Harus Mampu Terjemahkan Program Presiden

Partai NasDem menyerahkan sepenuhnya perihal reshuffle kabinet kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
zoom-in DPP Nasdem: Kalau Ada Reshuffle, Orang Itu Harus Mampu Terjemahkan Program Presiden
Capture YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat gestur mengangkat tangan setelah menyampaikan kemungkinan reshuffle kabinet, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6/2020), diunggah Minggu (28/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai NasDem menyerahkan sepenuhnya perihal reshuffle kabinet kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden diyakini akan memilih orang yang sesuai dengan keinginannya dalam menjalankan pemerintahan.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPP Partai NasDem, Charles Meikyansah menanggapi maraknya isu reshuffle kabinet setelah dua menteri Kabinet Indonesia Maju terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.

Baca juga: Reshuffle Kabinet Jokowi: Menimbang Siapa yang Akan Buntung dan yang Ngebet Masuk Istana?

Kedua Menteri adalah Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dari Gerindra dan Menteri Sosial, Jualiari Batubara dari PDIP.

Menurut Charles, menteri yang akan ditunjuk Presiden Jokowi jika ada reshuffle, harus mampu menerjemahkan program presiden, sehingga tak ada visi menteri, tetapi yang ada adalah visi Presiden.

"Kalau ada reshuffle, yang jelas bagi kami orang itu harus cakap, mampu, kemudian detail, dan bisa menerjemahkan program-program Presiden," ujar Charles melalui keterangannya, Kamis (17/12/2020).

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut anggota Komisi IV DPR RI itu, yang memiliki program adalah presiden, dan para menteri itu menjalankan program-program tersebut. Jadi bukan program menteri. 

Mengenai para pengganti menteri itu apakah dari kalangan profesional alias nonparpol, Charles tak sependapat.

Dia tak ingin mendikotomikan antara profesional dan kader parpol.

"Kami tidak melihat ini harus orang partai atau bukan. Bagaimana pun juga banyak orang partai yang profesional dan paham,’’ pungkas Charles.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas