Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Reshuffle Kabinet

Sandiaga Ikuti Jejak Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Ini Respons Sejumlah Politikus dan Ketua PA 212

Sejumlah pihak merespons langkah Sandiaga Uno mengikuti jejak Prabowo Subianto bergabung dalam kabinet Jokowi-Maruf Amin.

Sandiaga Ikuti Jejak Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Ini Respons Sejumlah Politikus dan Ketua PA 212
Tribunnews.com/Reza Deni
Sandiaga Uno yang ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menyambangi kediaman ibunya, Mien Uno di Jalan Galuh II, Jakarta Selatan, Selasa (22/12/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sandiaga Uno mengikuti jejak Prabowo Subianto bergabung dalam kabinet Jokowi-Maruf Amin.

Diketahui Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 lalu berpasangan dengan Prabowo Subianto bersaing dengan Jokowi-Maruf-Amin memperebutkan jabatan presiden dan wakil presiden.

Tentu saja hal ini menjadi sorotan, karena yang sebelumnya rival politik kini bersatu dalam pemerintahan.

Sejumlah pihak pun memberikan respons terkait hal tersebut.

Baca juga: Presiden Jokowi Lantik 6 Menteri Baru Hari Ini

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai Presiden Jokowi sedang melakukan eksperimen atau percobaan, memasukan dua rivalnya dalam Pilpres 2019 menjadi menteri.

"Ini eksperimen yang perlu dilihat hasil akhirnya. Dua penantang dalam Pilpres, keduanya jadi menteri," ujar Mardani saat dihubungi, Jakarta, Selasa (22/12/2020).

Mardani menilai, langkah Jokowi tersebut berdampak baik untuk membangun kesatuan bangsa, tetapi bisa juga merusak bangunan demokrasi di Indonesia.

Baca juga: Muhammad Lutfi, Mantan Orangnya SBY yang Kini Dipakai Jokowi

"Mesti ada kekuatan yang melakukan check and ballance. Kita beri kesempatan semua untuk bekerja 100 hari pertama ini," kata Mardani.

Mardani pun yang merupakan tim pemenangan Prabowo-Sandiaga saat Pilpres 2019, mengaku tidak kecewa dengan masuknya Sandiaga ke jajaran Kabinet Indonesia Maju.

"Dipolitik tidak boleh baper (bawa perasaan). Kita akan terus bersahabat, tapi tetap kritis dan kami oposisi," kata Mardani.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas