Tribun

OTT Menteri KKP

Susi Pudjiastuti Mengaku Sedih Kebijakannya Diubah-ubah: Saya Menangis Tidak Bisa Melakukan Apapun

Susi Pudjiastuti ikut memberikan komentarnya soal kasus yang membelit mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Whiesa Daniswara
zoom-in Susi Pudjiastuti Mengaku Sedih Kebijakannya Diubah-ubah: Saya Menangis Tidak Bisa Melakukan Apapun
Tangkap layar kanal YouTube Najwa Shihab
Susi Pudjiastuti Mengaku Sedih Kebijakannya Diubah-ubah: Saya Menangis Tidak Bisa Melakukan Apa-apa 

TRIBUNNEWS.COM - Susi Pudjiastuti ikut memberikan komentarnya soal kasus yang membelit mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Diketahui sebelumnya, Edhy telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait suap perizinan ekspor benih lobster atau benur.

Susi mengaku tidak kaget dengan kabar penangkapan Edhy, namun dirinya tidak mau berkomentar lebih soal ini.

"Saya no comment, biarkan proses hukum berlaku. Saya tidak kaget, saya ikut berduka dan prihatin," ucapnya, dikutip dari kanal YouTube Najwa Shihab, Kamis (24/12/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Susi juga menyebut dirinya terkadang merasa sedih saat melihat berbagai kebijakan yang sudah dibuatnya diubah.

Dirinya hanya bisa menangis dan tidak dapat melakukan apapun.

Baca juga: Cerita Susi Pudjiastuti Ditawari 5 Triliun untuk Ubah Kebijakan Illegal Fishing: Saya Tidak Mau

"Terkadang saya menangis, saya tidak dapat melakukan apapun. Orang-orang yang memiliki kekuasaan bersikeras merusaknya dan saya tidak bisa melakukan apa-apa."

"Saya sekarang menyadari bagaimana peraturan dapat diubah seenaknya oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan. Itu menyedihkan," kata Susi.

Susi menyakini ketika alam dirusak, maka manusia harus siap menerima konsekuensinya.

"Tapi bagi saya, saya selalu percaya pada kekuatan alam yang kuat itu."

"Suatu hari alam akan membalasmu," tegasnya.

Terkait tudingan terlibat selundupkan benur, Susi juga memberikan klarifikasinya.

Ia membantah terlibat jual-beli benur saat masih menjadi menteri.

Utamanya saat pihak-pihak menuding perempuan kelahiran 15 Januari 1965 ini menjual benur dengan menggunakan pesawat miliknya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas