Tribun

Pemerintah Perkuat Kebijakan Iklim Melalui Pemulihan Gambut dan Mangrove

Kepala BRGM Hartono mengatakan, dalam menjalankan tugas untuk empat tahun ke depan, BRGM akan bekerja bersama lebih erat dengan KLHK.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Malvyandie Haryadi
Pemerintah Perkuat Kebijakan Iklim Melalui Pemulihan Gambut dan Mangrove
Istimewa
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono Prawiraatmadja. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali menegaskan komitmen untuk memulihkan lingkungan, di mana Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) diminta mempercepat rehabilitasi ekosistem mangrove.

Kepala BRGM Hartono mengatakan, dalam menjalankan tugas untuk empat tahun ke depan, BRGM akan bekerja bersama lebih erat dengan Kementerian LHK, Kementerian PUPR, dan kementerian atau lembaga serta pemangku kepentinyan lainnya.

“Sesungguhnya ada kaitan erat antara ekosistem gambut dan mangrove. Di beberapa pulau kecil bergambut di Riau misalnya, keberadaan mangrove penting untuk melindungi pulau dari abrasi. Kerusakan mangrove tentu jadi ancaman pula pada ekosistem gambut yang ada karena kedua ekosistem ini banyak juga yang saling terhubung,” demikian disampaikan Hartono dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Baca juga: Tingkatkan Ekosistem Lingkungan, 5.000 Bibit Mangrove Ditanam di Kawasan Ekowisata Jakarta Utara

Restorasi gambut yang dikawal BRG sejak 2016 menunjukkan hasil nyata di tingkat tapak.

Tak kurang dari 835 ribuan hektare lahan gambut di kawasan konservasi, lahan masyarakat serta areal hutan tidak berizin telah dilakukan pembenahan tata air dengan maksud agar lahan gambut basah lebih lama.

Sementara itu, asistensi teknis juga diberikan untuk 186 perusahaan perkebunan dengan luas wilayah yang masuk target restorasi 538.439 hektare (96,89% dari target).

Salah satu kekuatan restorasi gambut adalah penguatan kelembagaan desa dan integrasinya dengan pembangunan pedesaan. Kegiatan ini dilakukan melalui pendampingan pada 640 Desa Peduli Gambut dengan luas lahan gambut di desa itu 4,6 juta hektare.

Baca juga: Hartono Prawiraatmadja Bukan Orang Baru di Badan Restorasi Gambut dan Mangrove

Kegiatan revitalisasi ekonomi menyertai upaya penyelamatan gambut. Sekitar 2.295 kelompok masyarakat (Pokmas) dengan sekitar 118.576 orang terlibat dalam kegiatan padat karya di lahan gambut.

Dilakukan pula berbagai upaya lain terkait pemanfaatan sains dan teknologi dalam pemantauan dan pemetaan.

Gambut di Indonesia diketahui mampu menyimpan 57 gigaton karbon. Dengan kemampuan itu, maka jelas kedua ekosistem ini berperan penting dalam pengendalian perubahan iklim.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas