Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mengenal Hj Rizayati, Penghibah Ratusan Ribu PJUTS dan Penggagas RS Bertaraf Internasional

Awal-awal kemunculannya ke publik banyak yang meragukan kemampuannya dan menganggap remeh gebrakan yang dibuat perempuan 36 tahun tersebut.

Mengenal Hj Rizayati, Penghibah Ratusan Ribu PJUTS dan Penggagas RS Bertaraf Internasional
Istimewa
Hj. Rizayati bersama Investor Korea menghibahkan 20 ribu lebih lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) untuk Kota Sabang, Kabupaten Aceh Besar dan Simeulue. 

TRIBUNNEWS.COM - Tegas, berani, punya tekad yang kuat, berjiwa sosial tinggi dan murah senyum begitulah yang digambarkan oleh orang-orang yang telah mengenal sosok Dr (Cn) Hj. Rizayati SH MM atau perempuan yang bergelar Srikandi Cut Nyak Cahaya Jeumpa.

Akhir-akhir ini sosoknya sangat dikenal di Aceh dan di berbagai Provinsi di Indonesia, pasalnya sejak setahun terakhir sering muncul di berbagai media dan hadir di tengah-tengah masyarakat baik terkait gebrakan sosial maupun di bidang bisnis yang digelutinya.

Berbicara di Aceh, awal-awal kemunculannya ke publik banyak yang meragukan kemampuannya dan menganggap remeh gebrakan yang dibuat perempuan 36 tahun tersebut.

Malah saat disemat gelar adat Srikandi Cut Nyak Cahaya Jeumpa oleh sejumlah tokoh Bireuen dan Ulama Kharismatik Aceh di Makam Raja Jeumpa Bireuen tidak sedikit yang mencibirnya dan menanyakan atas dasar apa Rizayati mendapat gelar tersebut, tentunya sejumlah tokoh dan Abu Tumin sudah mempertimbangkannya jauh-jauh hari.

Namun bagi Hj. Rizayati ia tidak pernah mempermasalahkan apa kata orang karena gelar tersebut merupakan sebuah beban besar yang harus dipikulnya, dirinya sadar dengan penghormatan itu ia mempunyai tanggung jawab yang sangat besar di tanah kelahirannya.

"Awalnya sempat berpikir, gelar tersebut belum layak saya semat, namun setelah diyakinkan oleh Abu Tumin siapa yang bisa menolaknya, dan menerimanya dengan tekad kedepan akan melakukan yang terbaik untuk Aceh, khususnya Bireuen," kata Hj. Rizayati beberapa waktu lalu.

Meskipun lahir dari keluarga yang sederhana, Hj. Rizayati yang sempat merasakan konflik Aceh dan melihat kondisi masyarakat pasca konflik yang masih jauh tertinggal dengan daerah lain ia bertekad untuk memajukan Aceh khususnya yang kemudian ia hijrah ke ibukota Jakarta.

"Banyak lika-liku yang telah saya alami, tidak mudah mencapai apa yang saya telah saya dapatkan sekarang, meskipun sering berkunjung hampir ke seluruh daerah di Indonesia dan ada gerakan sosial di daerah lain, tapi saya tetap mengutamakan tanah kelahiran serta ingin melihat Aceh lebih baik kedepan," tegas pengusaha nasional itu.

Penggagas Program Indonesia Terang tersebut tidak ambil pusing dan memikirkan apa kata orang diluar sana, meskipun ada sebagian yang mencaci maki dan meremehkannya itu semua akan jadi motivasi bagi dirinya dan keluarganya.

"Bekerja dan berbuat lebih penting daripada mengurusi cibiran orang, semuanya akan terbukti disaat kita membuktikannya, tidak ada manusia yang sempurna, semua yang kami lakukan biar masyarakat dan Allah yang menilainya," ujar Hj Rizayati.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas