HUT ke-48, PDIP Beri Perhatian pada Lingkungan Lewat "Politik Hijau"
Saat ini bumi dihantui oleh masalah dampak perubahan iklim yang sangat berdampak kepada seluruh aspek kehidupan manusia
Penulis:
Imanuel Nicolas Manafe
Editor:
Eko Sutriyanto
Kesadaran ini diteruskan oleh Ibu Megawati Soekarno yang selalu mengisi waktu luangnya untuk mengurus tanaman di berbagai tempat secara pribadi dan sebagai Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia.
Bukti dari kepedulian dan keteladanan Ibu Megawati terbukti dengan diberikannya nama Kebun Raya Megawati Soekarnoputri di kawasan bekas tambang di Sulawesi Utara menjadi Kebun Raya dan Megawati Soekarnoputri Garden di Jeju, Korea Selatan.
Dalam berbagai pidato politiknya, Ibu Megawati selalu menekankan pentingnya lingkungan hidup bagi kedaulatan pangan, keselamatan manusia dan peradaban.
Beliau tegas-tegas bersikap kritis terhadap kegiatan monokultur eksesif, perusakan hutan untuk perkebunan dan pertambangan skala besar yang berlebihan dan tidak dilakukan dengan hati-hati serta menghancurkan keseimbangan ekologis.
Kegiatan besar kedua dalam ulang tahun ke-48 PDI Perjuangan kali ini adalah terkait dengan kebudayaan, dalam bentuk “tumpengan bersama rakyat”.
Baca juga: Kata Megawati Terkait Tema HUT PDI ke-48, Mewujudkan Indonesia Berkepribadian dalam Kebudayaan
Jika biasanya tumpengan dilakukan secara internal, kali ini setiap DPC dan DPD PDI Perjuangan akan menyediakan masing-masing 48 tumpeng yang akan dinikmati bersama rakyat di daerah masing-masing.
Isi dari masing-masing tumpeng tersebut akan melambangkan keanekaragaman hayati dan nilai-nilai yang dipegang oleh banyak suku di Nusantara.
Misalnya: telur sebagai pelambang keberlanjutan kehidupan dan kesetaraan; urap sebagai pelambang keanekaragaman; ikan teri sebagai pelambang persaudaraan dan budaya komunal; ikan asin sebagai pelambang keuletan, dan sebagainya.
Kegiatan yang diharapkan memecahkan Rekor MURI ini akan dilakukan di 514 Kantor Cabang PDI Perjuangan dan setelah seremoni akan di nikmati bersama rakyat dan juga dibagikan ke berbagai panti asuhan panti jompo, pesantren dan masyarakat miskin di sekitar lokasi kantor Partai, sebagai wujud rasa terima kasih dan solidaritas kepada rakyat Indonesia.
Untuk itu Deddy menyerukan agar masyarakat yang tergerak hatinya untuk ikut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan yang ada, tidak hanya hari ini tetapi akan berlangsung hingga Bulan Bung Karno pada bulan Juni yang akan datang.