Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mentan Bingung Disalahkan Soal Mahalnya Harga Kedelai dan Daging Sapi 

Syahrul meminta dukungan kepada Komisi IV DPR untuk terus membantunya dalam menjalankan tugas sesuai tupoksinya

Mentan Bingung Disalahkan Soal Mahalnya Harga Kedelai dan Daging Sapi 
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di acara Operasi Pasar Pengendalian Kedelai, di Lapangan Kopti Semanan, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (7/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo merasa bingung kerap disalahkan ketika harga komoditas, seperti kedelai dan daging sapi mengalami lonjakan di dalam negeri. 

"Kadang-kadang kalau harga naik, Menteri Pertanian yang menjadi persoalan, harga turun Menteri Pertanian lagi yang jadi persoalan.

Padahal, stabilisasi sebenarnya tidak ada di kami," papar Syahrul saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (25/1/2021).

Melihat harga komoditas di pasar mengalami kenaikan, Syahrul mengaku beberapa kali menerobos yang bukan tugasnya untuk menekan harga. 

Baca juga: Ketua Komisi IV Sesalkan Rencana Pemotongan Anggaran Kementerian Pertanian

Baca juga: Ivan Gunawan Ogah Sumbang Lagu di Pernikahan Ayu Ting Ting: Enggak Ah, Lakinya kan Kaya

"Saya terobos saja, panggil importirnya, mungkin suatu saat kau masih butuh dengan Kementerian Pertanian, tapi kali ini saya tidak mau kedelai bersoal. Daging juga seperti itu," papar Syahrul.

"Kami kan tidak punya tangan, kami hanya diproduktivitas. Kami tidak ada distabilisasi harga, tapi kalau saya tunggu, makin anjlok," sambung Syahrul. 

Oleh sebab itu, Syahrul meminta dukungan kepada Komisi IV DPR untuk terus membantunya dalam menjalankan tugas sesuai tupoksinya. 

"Saya mohon didukung, jangan dibiarin seperti ini (menyalahkan Kementan), karena setelah kami terobos, ternyata turun (harganya)," paparnya.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas