Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lewat Jalur Tikus, Penyelundupan 211 Kg Sabu di Sumsel-Aceh Berasal dari Sindikat Malaysia

Petrus melanjutkan sindikat dari Malaysia tersebut banyak sekali mengambil jalur yang tak diketahui banyak orang alias jalur tikus.

Lewat Jalur Tikus, Penyelundupan 211 Kg Sabu di Sumsel-Aceh Berasal dari Sindikat Malaysia
Tribunnews.com, Reza Deni
Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengagalkan penyelundupan dalam dua kasus sindikat narkoba di Tanah Sumatera. Ada tujuh pelaku yang diamankan dalam dua kasus ini. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Petrus Reinhard Golose membeberkan  sindikat narkoba yang berhasil diungkap pihaknya merupakan sindikat internasional.

Diketahui, hari ini BNN merilis dua kasus penyelundupan narkoba di Sumatera Selatan dan Aceh.

"Ini dari laporan yang ada dan hasil pemeriksaan mereka, barang ini berasal dari Malaysia. Jadi sindikat," kata Petrus di kantor BNN Pusat, Jakarta Timur, Kamis (28/1/2021).

Petrus melanjutkan sindikat dari Malaysia tersebut banyak sekali mengambil jalur yang tak diketahui banyak orang alias jalur tikus.

"Kita tahu bersama bahwa banyak sekali jalur tikus. Kedua, banyak juga pelabuhan-pelabuhan di Indonesia ini, dan secara geografis kita terbuka dengan laut," pungkasnya.

Dalam kasus ini, BNN total barang bukti yang disita yaitu sabu seberat 211,69 kilogram, 16.702 butir ekstasi dalam bentuk kapsul dan 38 ribu butir ekstasi dalam bentuk tablet.

Petrus pun menjabarkan kronologi kedua kasus tersebut.

Baca juga: BNN Ringkus Sindikat Penyelundupan 211 Kg Sabu di Sumsel dan Aceh

Untuk di Sumsel, dikatakan Petrus, petugas BNN Provinsi Sumsel menggagalkan penyelundupan narkoba melalui jalur laut yang terjadi di perairan Banyuasin, Sumatera Selatan, pada 23 Januari lalu. Petugas menangkap dua pelaku berinisial SY dan PAM.

"Dari kasus ini, sebanyak 171 bungkus teh China berisi sabu seberat 177,16 kg dan 16.702 butir kapsul warna pink mengandung MDMA atau ekstasi, 20 ribu tablet warna pink dan 18 ribu butir tablet warna kuning kehijauan berbentuk kepala macan mengandung MDMA," lanjutnya.

Petrus menjelaskan dari keterangan dua pelaku tersebut, dikantongi satu nama narapidana di lapas Kelas Palembang berinisial MS. 

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas