Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Polemik Bupati Terpilih di Sabu Raijua

Pengamat: Paslon Terpilih Pilkada Sabu Raijua Harus Dibatalkan, yang Dilantik Tergantung Bawaslu 

Pengamat sebut bupati terpilih maupun wakil bupati terpilih Pilkada Sabu Raijua 2020 harus dibatalkan, penggantinya tergantung rekomendasi Bawaslu.

Pengamat: Paslon Terpilih Pilkada Sabu Raijua Harus Dibatalkan, yang Dilantik Tergantung Bawaslu 
Via Kompas TV
Orient P Riwu Kore (kiri) yang menjadi Bupati terpilih Sabu Raijua Nusa Tenggara Timur diduga masih menjadi warga negara Amerika Serikat (Sumber: akun Facebook Orientriwukore) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Andi Syafrani mengatakan pasangan calon terpilih Pilkada Sabu Raijua 2020 di NTT harus dibatalkan, baik dari bupati terpilih maupun wakil bupati terpilih. 

Diketahui, Bupati terpilih Sabu Raijua yakni Orient P Riwu Kore berstatus warga negara Amerika Serikat (AS). 

"Yang dibatalkan adalah paslon, karena subjek hukum dalam Pemilu adalah pasangan dan bukannya perorangan. Jadi KPU harus membatalkan SK penetapan Paslon dan perolehan suaranya," ujar Andi, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (3/2/2021). 

Baca juga: WN AS Terilih Jadi Bupati di NTT, Mardani Ali Sera : Tidak Sah Jadi Kepala Daerah Kecuali WNI

Baca juga: Pengamat: Calon, KPU, Hingga Parpol Bertanggung Jawab Atas Kasus WN AS Terpilih Jadi Bupati di NTT 

Sementara untuk pengganti yang akan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua, Andi menilai hal tersebut bergantung pada rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). 

"Untuk siapa yang dilantik ini masih jadi persoalan hukum. Tergantung rekomendasi Bawaslu," jelasnya. 

Andi beralasan bahwa kasus kewarganegaraan dari Orient P Riwu Kore ini menyangkut syarat pencalonan dalam Pilkada.

Baca juga: Bawaslu Laporkan Bupati Sabu Raijua Berstatus WN AS, KPU Pusat Tunggu Laporan Resmi Jajaran Daerah

Oleh karena itu, seharusnya sejak awal calon tersebut tidak ikut Pilkada dan dilakukan pemungutan suara ulang kembali di Sabu Raijua. 

"Jika tidak ikut sejak awal, maka harusnya hasil Pilkada juga akan berubah. Karena itu semestinya dilakukan pemungutan suara ulang untuk calon selain yang bersangkutan," tandasnya. 

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas