Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Bantah DKI Jakarta Akan Lockdown, Polri Ancam akan Jerat Penyebar Hoaks

Polri mengancam penyebar hoaks terkait penguncian atau lockdown Jakarta dengan undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Bantah DKI Jakarta Akan Lockdown, Polri Ancam akan Jerat Penyebar Hoaks
Tangkapan Layar Youtube Kompas TV
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono. 

Sementara itu, Jubir Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan sampai dengan saat ini pemerintah belum mengeluarkan kebijakan lockdown total, baik di Jakarta mau di daerah lainnya.

Siti mengatakan kebijakan yang saat ini diterapkan pemerintah adalah pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Jakarta dan Bali yang saat ini memasuki tahap kedua.

PPKM jilid 2 berlaku sejak 26 Januari hingga 8 Februari yang akan terus dievaluasi perkembangannya.

“Nanti kita akan evaluasi apakan PPKM jilid 3 akan ada atau kita mulai melakukan relaksasi,” katanya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes itu mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Untuk itu ia meminta meminta masyarakat untuk berhenti menyebarkan pesan berantai hoaks di media sosial.

“Informasi tentang toko dan restoran akan ditutup, juga anjuran untuk menyediakan bahan makanan, dan ancaman akan ditangkap, serta akan dilakukan test maupun denda itu adalah tidak benar. Dan itu merupakan pesan hoaks,” kata Jubir Kemenkes itu.

“Kami mengharapkan masyarakat untuk tidak mempercayai berita tersebut dan tidak menyebarluaskannya,” lanjutnya.

Ikuti kami di
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas