Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Percepat Testing Covid-19, Kemenkes Minta Masyarakat Tak Kaget Jika Kasus Positif Melonjak

Kementerian Kesehatan menetapkan penggunaan Rapid Diagnostic Test (RDT) Antigen, sebagai salah satu metode dalam pelacakan kontak.

Percepat Testing Covid-19, Kemenkes Minta Masyarakat Tak Kaget Jika Kasus Positif Melonjak
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
VAKSINASI NAKES LANSIA - Vaksinator RS Husada Utama melakukan vaksinasi kepada nakes, Senin (8/2). RS Husada Utama mulai melakukan vaksinasi kepada nakes lansia dimana hari pertama diikuti 22 nakes lansia. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan menetapkan penggunaan Rapid Diagnostic Test (RDT) Antigen, sebagai salah satu metode dalam pelacakan kontak, penegakan diagnosis, dan skrining Covid-19.

Direktur pencegahan dan pengendalian penyakit Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengingatkan masyarakat untuk tidak kaget, jika kasus Covid-19 di Indonesia melonjak  beberapa bulan ke depan.

Hal itu terjadi lantaran pemerintah tengah memperkuat 3T, yakni tes dan penelusuran kontak, serta tindak lanjut penanganan.

Ia melanjutkan, pemerintah menargetkan pelacakan kontak dari satu kasus positif setidaknya melibatkan 30 orang kontak erat.

Baca juga: Pasien Kanker Padat Diminta Dimasukkan di Program Vaksinasi Covid-19

"Kami ingin menyampaikan lebih awal supaya tentunya masyarakat memahami mengapa kemudian pertambahan kasus covid-19 itu bisa terjadi," jelas dr Nadia dalam konferensi pers virtual di Youtube Kementerian Kesehatan, Rabu (10/2/2021).

Baca juga: Fakta-fakta Helena Lim, Selebgram yang Viral setelah Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Kebon Jeruk

Meski terjadi lonjakan kasus naik, tentu mengurangi beban tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes).

"Dengan adanya akselerasi seperti ini, beban faskes akan berkurang terutama yang menangani kasus berat yang membutuhkan perawatan ICU."

"Jadi, data kemungkinan positif akan naik, tapi di sisi lain beban penanganan akan menjappdi lebih kurang," kata dia.

Penggunaan Rapid Diagnostic Test Antigen dalam Pemeriksaan COVID-19 tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/446/2021

Rapid test antigen ini akan disediakan di puskesmas-puskesmas dan pengadaannya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Ikuti kami di
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas