Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Marine Aquagriculture, Terobosan Polikultur Berbasis Air Laut

Metode Aquagriculture ini adalah sebuah paradigma baru dalam menciptakan ekosistem yang nyaman untuk polikultur.

Marine Aquagriculture, Terobosan Polikultur Berbasis Air Laut
ANTARA/HO
Hasil penelitian "marine aquagriculture" atau pertanian modern berbasis air laut. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Elon Farm diketahui telah berhasil melakukan riset dan pengembangan budidaya polikultur ikan, sayuran dan udang galah dalam system resirkulasi air tawar yang dikenal dengan Freshwater Aquagriculture.

Terkini, Elon Farm kembali berhasil melakukan riset dan pengembangan metode sejenis yang berbasis air laut yang disebut dengan Marine Aquagriculture.

Baca juga: Inovasi Pertanian Berbasis Air Laut, Marine Aquagriculture Bisa Produksi Pangan Secara Masif

Doktor Joe, pencipta metode itu, mengatakan Marine Aquagriculture berhasil dikembangkan di Buleleng, Bali.

"Di sini kami berhasil membuat terobosan polikultur berbasis air laut, komoditas utama adalah ikan kerapu, lobster dan anggur laut" ucap Doktor Joe, Rabu (17/2/2021).

Metode Aquagriculture ini, kata dia, adalah sebuah paradigma baru dalam menciptakan ekosistem yang nyaman untuk polikultur.

Ekosistem buatan ini memiliki banyak keunggulan dibanding ekosistem alami.

"Mereduksi faktor penghambat dan memaksimalkan faktor penunjang, sehingga spesies yang dibudidayakan lebih merasa nyaman dan tentram" ungkap Doktor Joe.

Baca juga: Mengenal Aquagriculture, Pertanian Modern Berbasis Aquaculture

"Dengan demikian semua spesies yang dibudidayakan dalam serial metode yang kami beri nama Aquagriculture TRG-01 (freshwater), Aquagriculture TRG-02 (sea water) dan Aquagriculture TRG-03 (brackish water) ini hidup berdampingan dan saling memacu pertumbuhan," imbuhnya.

Selain itu, Joe mengatakan kelebihan dari tiga serial metode Aquagriculture ini adalah minimum cost tapi high produktivitas.

Sistem metode tersebut terlihat modern tapi semua bahan dan peralatan yang digunakan ternyata sederhana dan mudah didapatkan.

"Sistem ini tidak memerlukan peralatan canggih dengan segala jenis sensor," kata Joe.

Lebih lanjut, Joe menambahkan kunci keberhasilan dari sistem ini adalah ketekunan serta harus memiliki 'rasa' untuk menjaga kestabilan ekosistem.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan riset dengan metode yang sama tapi berbasis air payau, sekitar dua bulan lagi akan terlihat hasilnya.

"Komoditasnya ikan baramundi, udang vaname, kepiting bakau dan anggur laut," katanya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas