Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Survei: Pendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 Cenderung Tak Percaya Vaksin Covid-19

Ia mendorong Prabowo dan Sandiaga juga ditampakkan perannya dalam mempromosikan pentingnya vaksinasi.

Survei: Pendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 Cenderung Tak Percaya Vaksin Covid-19
Tribunnews/Herudin
Petugas kesehatan bersiap sebelum menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang. Tribunnews/Herudin 

Masih Tinggi Jumlah Masyarakat Tak Mau Divaksin

Hasil survei menunjukkan masih tingginya jumlah masyarakat Indonesia yang tidak bersedia divaksin.

Survei Indikator mencatat 41 persen masyarakat Indonesia tidak bersedia disuntikkan vaksin Covid-19, meskipun Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menjadi contoh bagi masarakat untuk pertama kalinya disuntikkan vaksin Covid-19.

Adapun rinciannya 39,1 persen masyarakat kurang bersedia dan 8,9 persen yang tidak bersedia divaksin.

“Meskipun survei dilakukan setelah Presiden sendiri langsung menjadi apa orang pertama yang untuk dipaksain itu masih banyak yang tidak bersedia. Totalnya itu 41 persen orang yang kurang bersedia atau sangat tidak bersedia,” paparnya.

alam hasil survei Indikator  pada Desember lalu, diketahui 43 persen masyarakat kurang dan tidak bersedia divaksin.

Artinya hanya turun dua persen jumlah orang yang tak bersedia divaksin.

“Efek dari Presiden Jokowi divaksin pertama ada. Tetapi efeknya hanya dua persen yang menurunkan masyarakat yang awalnya tidak bersedia menjadi bersedia untuk divaksin,” jelasnya.

“Tetapi yang tidak bersedia ini masih cukup besar menurut saya. Saya kira yang lain juga punya perasaan yang sama. Karena masih ada juga di 4,2 ersen masyarakat yang nggak mau jawab.”

“Jadi 41 persen itu bukan angka yang kecil ini bisa menjadi masalah karena vaksinasi itu pada dasarnya bicara untuk kepentingan bersama. Bagaimanapun tujuan vaksin itu herd immunity jadi tidak tercapai,” tegasnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas