Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Suap di MA

Kuasa Hukum Tegaskan Nurhadi Tak Pernah Terima Aliran Uang Rp35,8 Miliar dari Bos PT MIT

Nurhadi juga telah membantah menerima suap maupun gratifikasi terkait pengurusan perkara di lingkungan pengadilan

Kuasa Hukum Tegaskan Nurhadi Tak Pernah Terima Aliran Uang Rp35,8 Miliar dari Bos PT MIT
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Pengadilan Tipikor Jakarta kembali menggelar sidang lanjutan kasus suap dan gratifikasi eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono pada Kamis (18/2/2021). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim hukum mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi menyebut kliennya tak pernah terima aliran uang Rp35,8 miliar yang diterima menantunya, Rezky Herbiyono dari Direktur Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

Kuasa hukum Nurhadi, Muhammad Rudjito menegaskan bahwa uang yang diterima Rezky itu berkaitan dengan kerjasama bisnis proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) antara Rezky dan Hiendra. Nurhadi diklaim sama sekali tidak menerima aliran uang tersebut.

Baca juga: Bantah Dibelikan Jam Mewah, Eks Sekretaris MA Nurhadi Ucap Sumpah: Tujuh Turunan Saya Nggak Selamat

"Itu terkait permintaan kembali, terkait PLTMH yang belum bisa dilaksanakan, saya kira itu yang uang Rp35,8 miliar. Sampai saat ini keterangan beliau seperti itu (tidak menikmati)," kata Rudjito di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Ditambah lagi kata Rudjito, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK sampai sekarang belum bisa membuktikan surat dakwaan terhadap Nurhadi dan Rezky.

Nurhadi juga telah membantah menerima suap maupun gratifikasi terkait pengurusan perkara di lingkungan pengadilan sebagaimana bunyi dakwaan jaksa.

"Sampai saat ini ditegaskan oleh Pak Nurhadi tidak ada itu yang namanya aliran uang dari orang-orang yang disebut di dalam dakwaan. Tegas tadi, ditegaskan oleh pak Nurhadi, tidak ada aliran dari siapapun yang disebut dalam dakwaan," jelas dia.

Dalam persidangan yang sama Eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi sebelumnya menyebut bahwa menantunya, Rezky Herbiyono terima transferan uang Rp35,8 miliar dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto.

Baca juga: Pengakuan Saksi, Nurhadi Punya Penghasilan Tambahan Rp1,5 Miliar dari Usaha Sarang Burung Walet

Pernyataan ini ia sampaikan saat diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap dan gratifikasi di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Jumat (26/2/2021).

"Total ya, tapi kalau dari tanggal, bulan, inisaya kurang hafal. Totalnya Rp35,8 miliar kurang lebih," kata Nurhadi di persidangan.

Nurhadi menjelaskan uang puluhan miliar itu diperuntukan sebagai kerjasama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM). Sementara sebagian untuk kebutuhan keseharian, hingga bisnis jual beli jam dan tas mewah yang dijalani menantunya tersebut.

"Saya tanyakan, loh uang itu, untuk apa itu? Dia bilang untuk kerjasama, tapi dia mengakui untuk keperluan. Sebagian misalnya untuk konsultan meng-hire perusahaan. Selebihnya itu untuk kebutuhan sehari-hari," terang Nurhadi.

"Yang saya ketahui, apa yang disampaikan Rezky adalah sebagian dibelikan jam untuk dijual-belikan, kemudian tas, itu yang saya tahu," pungkas dia.

Ikuti kami di
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas