Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Jiwasraya

Masa Tahanan Koruptor Jiwasraya Dikorting, MAKI: Publik Kembali Apatis pada Penuntasan Kasus Rasuah

Putusan banding korting masa tahanan koruptor Jiwasraya jadi 20 tahun, MAKI nilai putusan itu mengikis rasa keadilan masyarakat.

Masa Tahanan Koruptor Jiwasraya Dikorting, MAKI: Publik Kembali Apatis pada Penuntasan Kasus Rasuah
Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama
Boyamin Saiman 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyebut vonis seumur hidup yang sebelumnya diketok majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk koruptor PT Asuransi Jiwasraya, sudah sesuai rasa keadilan.

Mengingat karena korupsi tersebut negara merugi lebih dari Rp100 miliar. 

Putusan seumur hidup itu juga dinilai selaras dengan sikap Mahkamah Agung yang tertuang dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2020.

Baca juga: PT DKI Korting Masa Tahanan Koruptor Jiwasraya, MAKI Desak Kejagung Ajukan Kasasi

Tapi dalam putusan banding, Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta mengubah masa tahanan koruptor Jiwasraya menjadi hanya 20 tahun penjara.

Menurut Boyamin, vonis PT DKI justru kian mengikis rasa keadilan masyarakat.

Publik diyakini akan kembali apatis atau tak peduli terhadap penyelesaian kasus korupsi di Indonesia, lantaran dianggap tidak serius ditangani dan tak timbulkan efek jera.

"Saat putusan seumur hidup diketok PN Jakpus telah terjadi antusiame masyarakat bahwa keadilan ditegakkan dengan sangat keras sehingga timbul efek jera. Dengan pengurangan ini maka masyarakat kembali apatis bahwa kasus korupsi tidak ditangani serius dan tidak lagi menimbulkan efek jera," kata Boyamin kepada wartawan, Jumat (26/2/2021).

Baca juga: Tak Ada Barang Bukti dari Rumah Ihsan Yunus, MAKI: OTT Sudah 2 Bulan, Emang Dapat Apa?

Dengan sejumlah alasan itu, Kejaksaan Agung sudah semestinya mengambil upaya hukum Kasasi atas vonis PT DKI.

MAKI turut mendesak Kejaksaan Agung untuk mantap mengambil langkah hukum berikutnya.

"Mendesak Kejagung untuk Kasasi. Dengan alasan - alasan tersebut semestinya Kejagung mengajukan Kasasi," pungkas Boyamin.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas