Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Presiden Jokowi: Tanpa Penguasaan Teknologi SDA Tidak Bisa Dimanfaatkan Maksimal untuk Rakyat

Jokowi mengatakan tanpa penguasaan dan pemanfaat teknologi yang bijak, kekayaan SDA yang dimiliki Indonesia tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal. 

Presiden Jokowi: Tanpa Penguasaan Teknologi SDA Tidak Bisa Dimanfaatkan Maksimal untuk Rakyat
Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat tak khawatir soal dua kasus mutasi baru virus corona asal Inggris yakni B117 di Indonesia. 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tanpa penguasaan dan pemanfaat teknologi yang bijak, kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Indonesia tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal. 

Hal itu disamapikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Istana Negara, Jakarta, Senin, (8/3/2021).

"Kita wajib bersyukur atas anugerah Tuhan, berupa sumber daya alam yang melimpah, ini  patut dan wajib kita syukuri. Kita wajib menjaganya dan memanfaatkannya secara bijak,  untuk kesejahteraan masyarakat, untuk kesejahteraan rakyat kita, tetapi tanpa penguasaan dan pemanfaatan teknologi yang bijak, Anugerah tersebut tidak akan memberikan manfaat yang maksimal untuk rakyat," kata Jokowi.

Baca juga: Din Syamsuddin Pertanyakan Ada Tidaknya Restu Jokowi Terkait Majunya Moeldoko Dalam KLB Demokrat

Presiden mengatakan bahwa strategi ekonomi Indonesia harus mulai bergeser dari ekonomi yang berbasis komoditi menjadi ekonomi yang berbasis inovasi dan teknologi.

Untuk itu Indonesia perlu meningkatkan kapasitas sebagai produsen teknologi.

"Harus meningkatkan kedaulatan teknologi kita, para peneliti, para inovator para industriawan Indonesia, semuanya harus bekerja bersama-sama mengembangkan teknologi masa depan, teknologi berbasis revolusi industri jilid 4, teknologi hijau yang ramah lingkungan, teknologi yang mensejahterakan rakyat kita," katanya.

Baca juga: Ajakan Jokowi Benci Produk Luar Negeri Dinilai Positif, Negara Maju Sudah Melakukannya Sejak Lama

Oleh karena itu BPPT kata Presiden harus menjadi otak pemulihan ekonomi nasional secara Extraordinary.

BPPT harus berburu Inovasi dan teknologi untuk dikembangkan, dan siap diterapkan.

"Saya yakin ratus ribu peneliti, ribuan lembaga riset dan teknologi di pemerintah dan swasta, dan jutaan inovator di masyarakat luas pasti memiliki banyak temuan-temuan, mungkin itu temuan awal yang masih perlu dikembangkan, mungkin temuan matang yang siap untuk diterapkan, dan langsung bisa di industrikan," pungkas Presiden.

Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas