Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengusaha Asal Makassar Akan Diperiksa Pekan Depan Dalam Statusnya Sebagai Tersangka

Dir Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika menyatakan keponakan Jusuf Kalla (JK) itu dijadwalkan akan diperiksa pada peka

Pengusaha Asal Makassar Akan Diperiksa Pekan Depan Dalam Statusnya Sebagai Tersangka
Tribun Batam/Eko Setiawan
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri telah menjadwalkan pemeriksaan pengusaha asal Makassar berinisial SA usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana sektor jasa keuangan.

Dir Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika menyatakan SA dijadwalkan akan diperiksa pada pekan depan.

"Sedang dijadwalkan untuk minggu depan," kata Brigjen Helmy saat dikonfirmasi, Jumat (12/3/2021).

Namun, tidak dijelaskan secara pasti jadwal hari pemeriksaan SA. Termasuk materi yang akan digali kepada tersangka.

Baca juga: Tanggapi Kasus Dugaan Korupsi yang Jerat Sang Ayah, Zaskia Sungkar Singgung Hak dan Akhirat

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Bosowa Corporindo SA sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana sektor jasa keuangan.

"Atas perbuatan tersangka yang diduga dengan sengaja mengabaikan dan/atau tidak melaksanakan perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata Dir Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Penetapan SA sebagai tersangka, menurut Helmy, itu dilakukan setelah melalui proses gelar perkara. Penyidik telah memperoleh fakta hasil penyidikan dan alat bukti, sehingga menetapkan SA sebagai tersangka dalam perkara itu.

Baca juga: Lahan Rumah DP 0 Rupiah yang Dikorupsi, Riza Patria: Wilayah Teknis Bukan Urusan Gubernur dan Wagub

Helmy menjelaskan, diketahui sejak bulan Mei 2018, PT Bank Bukopin, Tbk. telah ditetapkan sebagai Bank dalam pengawasan intensif oleh OJK karena permasalahan tekanan likuiditas. Kondisi tersebut semakin memburuk sejak bulan Januari hingga Juli 2020.

Dalam rangka upaya penyelamatan Bank Bukopin, OJK mengeluarkan kebijakan diantaranya memberikan Perintah tertulis kepada Dirut PT Bosowa Corporindo atas nama SA melalui surat OJK nomor : SR-28/D.03/2020 tanggal 9 Juli 2020.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas