Tribun

Gejolak di Partai Demokrat

Profil Sri Mulyono, yang Sebut SBY Menguasai Demokrat secara Absolut sejak Anas Dilengserkan

Profil Sri Mulyono, kubu Moeldoko yang menyebut SBY telah menguasai Demokrat secara absolut sejak Anas Urbaningrum lengser.

Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
zoom-in Profil Sri Mulyono, yang Sebut SBY Menguasai Demokrat secara Absolut sejak Anas Dilengserkan
srimulyono.com
Sri Mulyono. - Berikut profil Sri Mulyono, kubu Moeldoko yang menyebut SBY telah menguasai Demokrat secara absolut sejak Anas Urbaningrum lengser. 

TRIBUNNEWS.COM - Presidium Perhimpunan Pergerakan Indonesia sekaligus kubu Partai Demokrat dari Moeldoko, Sri Mulyono, membeberkan niatan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ingin menguasai partai secara sistematis dan terstruktur.

SBY, menurut Sri, telah menguasi Demokrat secara absolut sejak Anas Urbaningrum lengser pada 2013 silam karena menjadi tersangka dalam kasus korupsi proyek Hambalang.

"Sejak saat itu SBY benar-benar berkuasa absolut dan mulai membangun dinasti di Partai Demokrat."

"Kejahatan politik internal ini dulu disaksikan oleh para kader Demokrat," kata Sri Mulyono kepada wartawan, Kamis (18/3/2021), dilansir Tribunnews.

Tak hanya menguasai Demokrat secara absolut, SBY juga disebut Sri telah memanipulasi sejarah berdirinya partai berlambang Mercy ini.

Baca juga: Sri Mulyono Cerita SBY Kuasai Demokrat Secara Absolut Sejak Anas Urbaningrum Dilengserkan

Baca juga: POPULER NASIONAL Jokowi Singgung Plt Gubernur Sulsel | Curhatan SBY soal Sahabat yang Melukai

Sri menyebut manipulasi sejarah itu ada dalam AD/ART Demokrat versi Kongres Hotel Sultan yang digelar pada Maret 2020.

"Dalam kongres tersebut, SBY juga mengkooptasi Demokrat secara absolut dengan merubah AD/ART pada pasal 17 tentang Majelis Tinggi. Partai Demokrat adalah Saya (SBY)," ucapnya.

Ia mencontohkan, kekuasaan absolut SBY digunakan untuk menarik upeti dari para kader di daerah.

Sri pun menyatakan saat ini SBY dan Partai Demokrat telah dibenci publik dan kadernya sendiri.

"Kini SBY dan Partai Demokrat bukan hanya dibenci oleh publik, tapi juga oleh para kadernya sendiri."

"Demokrat terancam punah jika terus mengamini atau ikut saja model dinasti yang anti demokrasi itu," ujar Sri.

"Sebelum tragedi ini benar-benar menjadi nyata, sadarlah dan lakukanlah sesuatu untuk mengembalikan Demokrat sebagai milik seluruh anggotanya dan seluruh rakyat."

"Jangan mau diperdaya oleh keluarga SBY yang haus kuasa itu," pungkasnya.

Baca juga: Di Video Podcast SBY Curhat Soal Sahabat yang Melukai: Melukai Orang-orang yang Setia

Baca juga: Penunjukan BW di Kubu SBY Buka Memori Penetapan Tersangka Anas Urbaningrum

Profil Sri Mulyono

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas