Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab

Terus Lakukan Protes Minta Sidang Offline, Rizieq: Saya Tak akan Dapat Keadilan Jika Sidang Online

Sidang lanjutan kasus kerumunan dengan terdakwa Muhammad Rizieq Shihab kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, pada Jumat (19/3/2021).

Terus Lakukan Protes Minta Sidang Offline, Rizieq: Saya Tak akan Dapat Keadilan Jika Sidang Online
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Habib Rizieq Shihab saat dihadirkan secara virtual dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (19/3/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Setelah sempat ditunda, sidang lanjutan kasus kerumunan dengan terdakwa Muhammad Rizieq Shihab kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, pada hari ini, Jumat (19/3/2021).

Agenda pada sidang lanjutan hari ini adalah pembacaan dakwaan yang sempat tertunda di sidang sebelumnya, Selasa (16/3/2021), karena adanya kendala teknis selama persidangan berlangsung.

Dalam sidang lanjutan hari ini, Rizieq akan kembali mengikuti secara online melalui sambungan video conference dari rumah tahanan Bareskrim Polri.

Sejak persidangan dimulai Riqieq terus melakukan protes dan meminta dirinya dihadirkan langsung di persidangan.

Ia dengan tegas tak ingin menghadiri sidang jika dilakukan secara online.

Baca juga: Tak Diizinkan Hadir Langsung, Rizieq Shihab Singgung Sidang Djoko Tjandra Hingga Pinangki

Baca juga: Hadir di Persidangan Rizieq Shihab, Neno Warisman: Saya Ingin Meliput

Rizieq merasa ada undang-undang yang menjamin dan melindunginya untuk hadir secara langsung di persidangan.

"Saya didorong saya tidak mau hadir, sampaikan kepada majelis hakim saya tidak ridho dunia akhirat. Saya dipaksa, didorong, dihinakan. Ini hak asasi saya yang dijamin oleh undang-undang."

'Undang-undang menjamin dan melindungi saya untuk hadir di ruang sidang. Saya meminta menuntut undang-undang itu diterapkan," kata Rizieq, dikutip dari tayangan Breaking News di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (19/3/2021).

Menurut Rizieq pelaksanaan sidang online ini tidak adil baginya.

Karena jika merujuk pada Peraturan Mahkamah Agung (PERMA), terdapat dua alternatif sidang yaitu online dan offline.

Halaman
123
Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas