Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Febri Diansyah Beber Tiga Jurus Tolak Gratifikasi Agar Terhindar dari Korupsi di Webinar Pegadaian

Menurut Febri, gratifikasi harus dikendalikan dengan 3 prinsip dasar antara lain penolakan, pelaporan atas penolakan.

Febri Diansyah Beber Tiga Jurus Tolak Gratifikasi Agar Terhindar dari Korupsi di Webinar Pegadaian
IST
Mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi K(KPK) Febri Diansyah di Webinar Anti Korupsi bertema “Memahami, Mengendalikan Risiko, dan Mencegah Korupsi yang diselenggarakan Pegadaian di Jakarta, Selasa (30/3/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi K(KPK) Febri Diansyah membeberkan modus-modus tindak pidana korupsi di Indonesia.

Febri juga membagikan tiga tips mencegah diri dari jebakan gratifikasi yang kerap menerpa pejabat dan pegawai BUMN.

Tips ini dia bagikan saat menjadi pembicara Webinar Anti Korupsi bertema “Memahami, Mengendalikan Risiko, dan Mencegah Korupsi yang diselenggarakan Pegadaian di Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Dalam paparannya menyatakan, tindak korupsi biasanya dimulai dari gratifikasi.

Karena itu gratifikasi harus dikendalikan dengan tiga prinsip dasar yaitu: pertama, penolakan; kedua, pelaporan atas penolakan, dan ketiga, pelaporan atas penerimaan dalam hal gratifikasi tidak dapat ditolak.

"Selain gratifikasi, bentuk tindak pidana lainnya adalah penyuapan dan pemerasan," kata Febri Diansyah.

Baca juga: KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Gratifikasi Pejabat BPN

Tindakan koruptif tersebut dimulai dari gaya hidup yang bersangkutan atau keluarganya tidak sepadan dengan penghasilan yang diterima.

"Akibatnya ia membiayai gaya hidupnya dengan uang yang diperoleh dengan cara tidak semestinya,” ujarnya.

Baca juga: Usut Kasus Gratifikasi di Pemkot Batu, KPK Kembali Periksa Bos Jatim Park Group

Febri juga menghimbau kepada seluruh Insan Pegadaian selalu menjaga amanah sejalan dengan nilai-nilai budaya AKHLAK.

Dia menegaskan, budaya hedonisme yang menjadi akar perilaku koruptif harus dikikis, sementara itu budaya prestatif harus dikembangkan terus-menerus.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas