Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Febri Diansyah Beber Tiga Jurus Tolak Gratifikasi Agar Terhindar dari Korupsi di Webinar Pegadaian

Menurut Febri, gratifikasi harus dikendalikan dengan 3 prinsip dasar antara lain penolakan, pelaporan atas penolakan.

Febri Diansyah Beber Tiga Jurus Tolak Gratifikasi Agar Terhindar dari Korupsi di Webinar Pegadaian
IST
Mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi K(KPK) Febri Diansyah di Webinar Anti Korupsi bertema “Memahami, Mengendalikan Risiko, dan Mencegah Korupsi yang diselenggarakan Pegadaian di Jakarta, Selasa (30/3/2021). 

“Kita juga harus membiasakan memberikan apresiasi kepada orang lain karena prestasinya, bukan karena harta yang dimiliki. Ini penting dalam rangka mewujudkan Indonesia yang maju serta bebas dari korupsi,” tegas Febri Diansyah.

Dicanangkan Erick Thohir

Di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), jargon Amanah, Kompetensi, Harmonis, Loyalitas, Adaftif, dan Kolaborasi (AKHLAK) menjadi budaya baru di semua perusahaan BUMN yang dicanangkan Menteri BUMN Erick Thohir.

Erick meyakini jika manajemen dan karyawan berpegang teguh pada poin-poin tersebut, BUMN dapat berkembang menjadi besar dan memberikan lebih banyak manfaat bagi bangsa.

Dalam beberapa kesempatan bertatap muka dengan jajarannya, Eric Thohir selalu menyelipkan pesan pentingnya bagaimana jajaran direksi, komisaris, karyawan BUMN hingga jajaran di lingkungan Kementerian BUMN untuk menjaga akhlak.

Bagi Erick, kata akhlak sudah mencakup keseluruhan aspek kunci bagi setiap pemimpin di BUMN untuk dapat bekerja dengan baik.

Kepala Departemen Komunikasi PT Pegadaian (Persero) Basuki Tri Andayani mengatakan, budaya AKHLAK yang terdiri dari nilai-nilai Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif adalah pedoman bagi seluruh Insan Pegadaian dalam menjalankan tugas.

“Agar budaya AKHLAK dapat terlaksana dengan baik dan konsisten, maka perusahaan terus melakukan internalisasi budaya tersebut secara terus-menerus kepada seluruh karyawan. Internalisasi budaya dilakukan sebagai ikhtiar untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan selanjutnya diamalkan dalam keseharian”.

Basuki mengatakan, perusahaannya sebelumnya juga menggelar kegiatan Ngopi Aksi “Ngobrol Inspiratif Anti Korupsi” dengan pembicara Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia).

Ikuti kami di
Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas