Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Barang Bukti 11 Kg Sabu Hilang di Surabaya, IPW Desak Mabes Polri Bentuk Tim Khusus untuk Mengusut

Ketua Indonesia Police Watch, Neta S Pane menyoroti kasus hilangnya barang bukti 11 kilogram sabu di Surabaya, Jawa Timur.

Barang Bukti 11 Kg Sabu Hilang di Surabaya, IPW Desak Mabes Polri Bentuk Tim Khusus untuk Mengusut
Tribun Papua
Ilustrasi sabu-sabu. Ketua Indonesia Police Watch, Neta S Pane menyoroti kasus hilangnya barang bukti 11 kilogram sabu di Surabaya, Jawa Timur. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyoroti kasus hilangnya barang bukti 11 kilogram sabu di Surabaya, Jawa Timur.

Neta mengatakan Kapolri perlu memberikan perintah kepada Kabareskrim untuk membuat tim khusus guna mengusut kasus tersebut.

"Kapolri perlu memerintahkan Kabareskrim untuk membentuk tim khusus dalam mengusutnya, agar diketahui secara persis barang bukti itu hilang di lingkungan kepolisian, kejaksaan atau dimana," kata Neta dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Selasa (6/4/2021).

Menurut IPW, hilangnya barang bukti 11 kilogram sabu ini menunjukkan adanya pencuri barang bukti di lingkungan aparatur penegak hukum.

Baca juga: Kembali Terjerat Narkoba, Agung Saga Jalani Rehabilitasi dan Proses Hukum Tetap Berjalan

Baca juga: Lihat Polisi Datang, Pria Ini Langsung Lari ke Kamar Mandi, Ternyata Mau Buang Paket Sabu

"IPW melihat, kasus hilangnya barang bukti sabu sebanyak 11 kg itu menunjukkan adanya mafia pengutil barang bukti di lingkungan aparatur penegak hukum yg membuat barang bukti tidak aman, terutama jenis narkoba. Tikus tikus pengutilnya tidak boleh dibiarkan," sambungnya.

Untuk itu, IPW pun mendesak Kapolri agar segera memberikan perintah kepada Kabareskrim.

Agar bisa segera mengusut tuntas kasus hilangnya barang bukti sabu ini.

Neta juga menekankan jika kasus ini tidak boleh dibiarkan begitu saja.

"Kasus ini tidak boleh dibiarkan. Tikus tikus pengutil barang bukti sabu harus diseret ke pengadilan. Jika tidak kasus narkoba akan terus berkembang biak di negeri ini karena oknum aparat penegak hukumnya menjadi tikus tikus yg bermain di balik bisnis ilegal narkoba," pungkasnya.

Baca juga: Polres Prabumulih Gagalkan Transaksi Satu Kilogram Sabu, Terungkap Berkat Informasi Warga

Baca juga: Pasutri di OKU Timur Beli Sabu Rp 11,5 Juta, Disembunyikan di Celana Dalam si Istri

Kasus Hilangnya Barang Bukti 11 Kg Sabu

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas