Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus BLBI

Piutang Perdata Pemerintah kepada Obligor BLBI Terus Bertambah, Kini Berjumlah Rp 110,4 Triliun

Mahfud MD mengatakan piutang perdata pemerintah kepada para obligor BLBI kini mencapai Rp 110 triliun lebih.

Piutang Perdata Pemerintah kepada Obligor BLBI Terus Bertambah, Kini Berjumlah Rp 110,4 Triliun
Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Rusman
Menkopolhukam, Mahfud MD 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan piutang perdata pemerintah kepada para obligor BLBI kini mencapai Rp 110 triliun lebih.

Mahfud merincikan jumlah tersebut yakni mencapai Rp110.454.809.645.467.

"Per hari ini dan ini yang kemudian menjadi pedoman daftar ini untuk penagihan adalah sebesar Rp 110.454.809.645. Jadi kalau ditulis angka begini biar nanti seragam Rp 110.454.809.645.467," kata Mahfud dalam konferensi pers secara virtual pada Kamis (15/4/2021).

Mahfud mengatakan jumlah tersebut bertambah dari jumlah yang sebelumnya ia sebutkan yakni Rp 109 triliun lebih.

Baca juga: Pemerintah Bentuk Satgas BLBI, ICW: Semacam Proses Cuci Tangan atas Revisi UU KPK

Sejumlah aspek yang juga dihitung, kata Mahfud, antara lain perkembangan kurs mata uang dan pergerakan saham.

"Hitungan terakhir per hari ini tadi tagihan hutang dari BLBI ini setelah menghitung sesuai dengan perkembangan jumlah kurs mata uang, kemudian sesudah menghitung pergerakan saham, dan nilai-nilai properti yang dijaminkan pada waktu itu," kata Mahfud.

Dari jumlah tersebut, kata Mahfud, piutang pemerintah di antaranya berupa saham, properti, rekening rupiah, rekening mata uang asing, dan sebagainya.

"Tadi Menteri Keuangan sudah menayangkan nih uang yang akan ditagih untuk aset kredit sekian, berbentuk saham sekian, berbentuk properti sekian, berbentuk rupiah dalam bentuk tabungan sekian, dalam bentuk tabungan uang asing sekian dan sebagainya," kata Mahfud.

Ikuti kami di
Penulis: Gita Irawan
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas