Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

PKS: Peleburan Kemenristek Jangan Korbankan Vaksin Merah Putih

Penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran program vaksin Merah Putih.

PKS: Peleburan Kemenristek Jangan Korbankan Vaksin Merah Putih
Shutterstock
Ilustrasi vaksin Covid-19. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran program vaksin Merah Putih.

Untuk itu anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS Mulyanto, mendesak pemerintah mengkonsolidasikan Konsorsium Riset Covid-19, yang selama ini di bawah koordinasi Menristek/BRIN. 

Hal itu agar penggabungan lembaga itu tidak membuat program riset Vaksin Merah Putih terlambat.

Menurutnya, pembentukan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) yang tidak kunjung usai selama 17 bulan.

Kemudian ditambah dengan penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud, membawa konsekuensi hilangnya legalitas Menristek/BRIN sebagai koordinator Konsorsium Riset Covid-19.

"Jadi tidak heran jika Direktur LBM Eijkman yang menjadi motor dalam pengembangan vaksin Merah Putih kebingungan," kata Mulyanto kepada wartawan, Kamis (15/4/2021).

Mulyanto menambahkan, sebagai negara yang berdaulat, produksi dan penggunaan vaksin Merah Putih menjadi penting agar Indonesia tidak tergantung pada vaksin impor dan menjadi sekedar pasar bisnis vaksin semata. 

"Selain itu juga kita tidak ingin, uang kita yang terbatas dari utang ini terkuras habis untuk membeli vaksin impor. Karena itu sangat penting kalau kita menggesa riset dan produksi vaksin Merah Putih ini agar vaksin domestik dapat segera digunakan bagi pemulihan pandemi Covid-19," ujar Mulyanto.

Baca juga: Peleburan Kemenristek, Ketua Tim Covid-19 PKS Pertanyakan Nasib Vaksin Merah Putih

Wakil Ketua FPKS itu menyebutkan sebagaimana disampaikan Menristek/Ka. BRIN saat Raker dengan Komisi VII DPR RI target produksi vaksin adalah awal tahun 2022.

Mulyanto berharap target tersebut tidak mundur.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas