Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hingga April, Penyaluran Pupuk Subsidi Bojonegoro Capai 33.744 Ton

Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur hingga April 2021 mencapai 33.744 ton.

Hingga April, Penyaluran Pupuk Subsidi Bojonegoro Capai 33.744 Ton
Kementerian Pertanian
Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin stok pupuk subsidi mencukupi bagi petani. 

TRIBUNNEWS.COM - Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur hingga April 2021 mencapai 33.744 ton. Target penyaluran pupuk bersubsidi itu, sebanyak 158.633 ton dari semua jenis pupuk.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin stok pupuk subsidi mencukupi bagi petani. Kementan terus berupaya pasokan pupuk subsidi kepada petani tidak bermasalah.

"Keberadaan pupuk sangat penting. Oleh karena itu, kita terus memantau ketersediaan pupuk. Agar kebutuhan petani mencukupi, khususnya kepada mereka yang memang berhak mendapatkan pupuk subsidi," kata Mentan SYL, Kamis (15/4).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menegaskan, bahwa pupuk bersubsidi dialokasikan untuk petani yang berhak. Kriteria petani yang berhak mendapat pupuk bersubsdi meliputi, tergabung dalam Kelompok Tani, derdaftar dalam RDKK dan memiliki luas lahan kurang dari 2 ha.

"Kami mengingatkan alokasi pupuk bersubsidi harus diawasi agar tepat sasaran, dan kuota pupuk hanya bagi kelompok tani sesuai RDKK. Bagi yang tidak sesuai kriteria, silakan menggunakan pupuk non subsidi," ujar Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menjelaskan, kebijakan e-RDKK guna memperketat penyaluran pupuk bersubsidi. Sehingga tidak diselewengkan dan mencegah duplikasi penerima pupuk. Selain itu, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini, para petani nantinya diharuskan memiliki kartu tani yang terintegrasi dalam e-RDKK.

"Kartu Tani berisi kuota yang sesuai dengan kebutuhan petani. Untuk jumlah kuota ini tergantung dari luas lahan yang dimiliki setiap petani. Tujuannya agar tepat sasaran," jelas Sarwo Edhy.

Kepala Bidang Sarana Prasarana (Sarpras) Dinas pertanian (Disperta) Bojonegoro Tatik Kasiati mengatakan, penerima manfaat pupuk bersubsidi adalah petani kecil dengan luas garapan 2 hektare per musim. Namun, penebusan pupuk sampai saat ini masih manual.

"Sebab, kartu tani belum bisa dipakai karena infrastruktur belum siap. Tapi, sebagian pupuk sudah tersalurkan kepada petani," katanya.

Dia mengatakan, subsidi pupuk untuk mendorong para petani berswadaya mengoptimalkan potensi produktivitas varietas unggul. Sehingga, para petani bisa maksimal dalam mempertahankan produktivitas tanaman.

"Dengan adanya pupuk bersubsidi diharapkan dapat membantu para petani. Akan tetapi, alokasi pupuk perlu ada tambahan misalnya selain jenis urea," katanya.

Penyaluran pupuk bersubsidi di Bojonegoro mencapai 33.744 ton hingga April 2021 ini. Jumlah itu, kata dia, belum sepenuhnya tersalurkan dari target yang ditentukan yakni sebanyak 158.633 ton pupuk.

Misalnya seperti jenis pupuk urea dari alokasi 61.156 ton ada 13.664 ton pupuk sudah tersalurkan. Alokasi pupuk jenis ZA 21.768 yakni sebanyak 4.274 ton sudah tersalurkan. Dia menjelaskan, untuk pupuk jenis SP alokasinya 2.439 ton sudah tersalurkan sebanyak 43 ton.

"Juga, alokasi pupuk NPK 40.619 ton tersalurkan 9.600 ton, sedangkan untuk pupuk organik alokasi 32.651 ton yang sudah tersalurkan sebanyak 6.163 ton. Namun, untuk pupuk organik cair 62.428 liter belum tersalurkan sebab fasilitas belum siap," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas