Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

KLHK Umumkan Kelahiran Elang Jawa Bernama PRAWARA

Garuda Muda yang baru lahir itu diberi nama “PRAWARA” yang dalam bahasa Sansekerta berarti Paling Terkemuka lahir ada awal April 2021.

KLHK Umumkan Kelahiran Elang Jawa Bernama PRAWARA
istimewa
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengumumkan kelahiran elang Jawa (Nisaetus bartelsi) di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Sukabumi. Garuda Muda yang baru lahir itu diberi nama “PRAWARA” yang dalam bahasa Sansekerta berarti Paling Terkemuka lahir ada awal April 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengumumkan kelahiran elang Jawa (Nisaetus bartelsi) di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Sukabumi.

Garuda Muda yang baru lahir itu diberi nama “PRAWARA” yang dalam bahasa Sansekerta berarti Paling Terkemuka lahir ada awal April 2021.

Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menyebutnya Sang Penerus Penguasa Tahta Langit.

Baca juga: Ekspor Sarang Burung Walet Bisa Meningkat Signifikan, Regulasi Harus Disederhanakan

Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) TNGHS, Wardi Septiana menjelaskan kelahiran ini memang secara khusus dan rutin dipantau oleh tim monitoring Elang Jawa Balai TNGHS sejak bulan Desember 2020.

"Kami menggunakan teknologi dan memasang kamera CCTV di dekat sarangnya. Selain itu, kami juga mengkoneksikan ke jaringan internet segala aktivitas Pasangan Elang Jawa selama proses perkembangbiakannya dapat secara online termonitor di Android," jelas Wardi dalam keterangannya, Minggu (18/4/2021).

Baca juga: Lirik dan Chord Gitar Mungkin - Potret: Mungkin sang Fajar dan Sayap-sayap Burung Patah

Ia mengatakan setiap aktivitas dari pasangan Elang Jawa ini direkam, dari mulai penataan sarang, pengeraman telur, dan sampai menetas.

Elang Jawa merupakan salah satu dari 3 (tiga) spesies kunci di Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan sebagai satwa endemik Pulau Jawa.

IUCN mengkategorikan Elang Jawa sebagai jenis satwa terancam punah dan Pemerintah Indonesia menetapkan Elang Jawa sebagai jenis satwa dilindungi.

Elang Jawa hanya mengalami satu kali masa berkembangbiak dalam dua tahun itupun jumlah telurnya hanya 1 (satu) butir sehingga secara alami memiliki populasi yang rendah.

Baca juga: Jokowi Pamer Desain Istana Negara Berbentuk Burung Garuda: Dikritik Arsitek hingga Respons Bappenas

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas