Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polemik Vaksin Nusantara

Polemik Vaksin Nusantara, IDI Singgung Adanya Unsur Politis: Forum Ilmiah Tidak Seperti Itu

Polemik vaksin Nusantara atau Merah Putih, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) singgung adanya unsur politis di dalamnya: Forum Ilmiah Tidak seperti Itu.

Polemik Vaksin Nusantara, IDI Singgung Adanya Unsur Politis: Forum Ilmiah Tidak Seperti Itu
DOKUMENTASI BNPB
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB Jakarta, Kamis (16/4/2020). - Polemik Vaksin Nusantara, IDI Singgung Adanya Unsur Politis: Forum Ilmiah Tidak Seperti Itu 

TRIBUNNEWS.COM - Pengadaan Vaksin Merah Putih atau dikenal dengan sebutan nusantara menuai polemik di tengah masyarakat.

Pasalnya, vaksin ini tetap melanjutkan uji klinis fase tahap II, meskipun belum mengantongi izin dari Badan Perizinan Obat dan Makanan (BPOM).

Bahkan beberapa tokoh politis secara terang-terangan mendukung adanya vaksin terobosan Terawan Agus itu.

Sejumlah pejabat pemerintah pun ikut menjadi relawan uji klinis vaksin ini dan memberikan semacam testimoni.

Baca juga: Update Vaksinasi 21 April : 11,3 Juta WNI Terima Suntikan Dosis Pertama Vaksin Covid-19

Baca juga: Menkes Harap Dokter Bisa Beri Suntikan Vaksin Covid-19 di Rumah

Melihat hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih menyinggung adanya unsur politis dalam proses uji vaksin Nusantara itu.

Ia menyebut, pengadaan vaksin itu tak perlu membawa sampai ke forum politis.

"Gausah dibawa ke forum (Mohon maaf,red) tegak politis."

"Dibawa ke forum polemik media. Saya kira, kurang sehat," ucapnya, dikutip dari tayangan Mata Najwa, Rabu (21/4/2021).

Menurutnya, vaksin ini berada di forum ilmiah, yang mana targetnya mencari keterbuktian ilmiah, bukan soal dukungan dan testimoni.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB Jakarta, Kamis (16/4/2020).
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB Jakarta, Kamis (16/4/2020). (DOKUMENTASI BNPB)

Baca juga: Pemerintah Diharapkan Vaksinasi Seluruh Pedagang Pasar di Indonesia

Baca juga: Bertemu Dubes Rusia, Fadel Muhammad Bahas Vaksin Sputnik

"Forum ilmiah tidak seperti itu. Tidak ada dukungan, tidak ada testimoni. Tidak ada headline yang bombastis."

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Shella Latifa A
Editor: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas