Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

CEO Investasi Bodong EDCCash Juga Sempat Berencana Dirikan Bank Perkreditan Rakyat

Bank Perkreditan Rakyat bentukan Abdulrahman Yusuf belum terwujud karena dirinya tertangkap kasus penipuan EDCCash.

CEO Investasi Bodong EDCCash Juga Sempat Berencana Dirikan Bank Perkreditan Rakyat
TRIBUN/DANY PERMANA
CEO EDCCash Indonesia Abdulrahman Yusuf (kanan) bersama istri memberikan pemaparan sebelum acara perayaan HUT EDC Blockchain with EDCCash Indonesia di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (1/9/2019). Perayaan HUT EDC Blockchain with EDCCash Indonesia tersebut diperingati bersama 5000 mitra dari seluruh Indonesia. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri mengendus CEO E-Dinar Coin (EDC) Cash Abdulrahman Yusuf (AY) tak hanya membuat aplikasi investasi bodong produk kripto atau mata uang virtual.

Ternyata, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Brigjen Helmy Santika menyebut Abdulrahman Yusuf sempat telah berencana mendirikan bank perkreditan rakyat dengan mengumpulkan dana nasabah.

"Kami menemukan adanya indikasi mereka juga ingin mendirikan bank perkreditan rakyat, kita menemukan fakta itu," kata Helmy kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).

Namun, imbuh Helmy, Bank Perkreditan Rakyat bentukan Abdulrahman Yusuf belum terwujud karena dirinya tertangkap kasus penipuan EDCCash.

Baca juga: Polri Masih Dalami Asal Usul Kepemilikan Senpi Ilegal CEO EDCCash

CEO EDCCASH Abdulrahman Yusuf bersama komunitas pemain bitcoin di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (1/9/2019)
CEO EDCCASH Abdulrahman Yusuf bersama komunitas pemain bitcoin di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (1/9/2019) (Ria Anatasia)

Untuk kasus EDCCash ini, Polri telah membuka posko pengaduan bagi siapapun yang menjadi korban.

Laporan tersebut bisa didaftarkan ke Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.

"Kami membuka desk pengaduan laporan kepada masyarakat yang mengalami atau menjadi korban bisa melaporkan kepada Dittipideksus, subdit industri keuangan nonbank," jelas dia.

Lebih lanjut, ia menyampaikan pihaknya juga tengah berupaya untuk menyita sejumlah aset tersangka.

Hal tersebut untuk mengembalikan kerugian korban EDCCash yang telah menanamkan investasinya.

"Upaya tracing aset itu juga sedang kita lakukan secara maksimal, sehingga harapannya kepada masyarakat yang menjadi korban hak-haknya bisa kembali," pungkasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas