Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Legislator PDIP Minta Pemerintah Pastikan Ketersediaan Vaksin untuk Atasi Pandemi Covid-19

Rahmad mengapresiasi langkah pemerintah mendukung penelitian berbasis sel dendretik setelah adanya MoU antara Kemenkes, KASAD dan BPOM.

Legislator PDIP Minta Pemerintah Pastikan Ketersediaan Vaksin untuk Atasi Pandemi Covid-19
ISTIMEWA
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membuka kegiatan Program Home Care & Home Delivery Vaksinasi 10.000 Lansia untuk Negara yang dilaksanakan di Rumah Sakit Husada, Jakarta Pusat, Rabu (21/4/2021) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Rahmad Handoyo mengatakan pemerintah harus memastikan ketersediaan vaksin dalam mengatasi pandemi Covid-19, meski harus dengan cara impor.

Pasalnya stok vaksin di beberapa negara di dunia juga sedang dalam kekurangan. Rahmad menegaskan agar pemerintah memprioritaskan mandiri vaksin dan tidak ketergantungan pada impor.

"Bagi parlemen sebelum kita mandiri di vaksin, kita memang mendorong agar keberadaan vaksin terutama stok harus benar-benar aman dengan mengimpor vaksin yang telah ada kesepakatan MoU dengan pemerintah serta program vaksin mandiri untuk karyawan," ujar Rahmad, kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).

Disamping itu, Rahmad mengapresiasi langkah pemerintah mendukung penelitian berbasis sel dendretik setelah adanya MoU antara Kemenkes, KASAD dan BPOM.

Baca juga: Rombongan Anggota DPR Disuntik Vaksin Nusantara oleh Terawan

Dia menilai, dengan terjalinnya kerja sama dalam pengembangan ini adalah sebagai tindak lanjut komitmen pemerintah terhadap penelitian berbasis sel demdritik.

"Perlu kita apresiasi negara memberikan fasilitasi terhadap penelitan berbasis sel dendretik ini," ujarnya.

Rahmad menuturkan, penelitian berbasis sel dendretik ini terus dikembangkan. Penggunaannya hanya diperbolehkan untuk pengobatan pribadi atau individu belum untuk massal.

Namun demikian, kata dia, jika hasil penelitiannya ini terbukti sesuai dengan sistem imunitas maka masyarakat lebih memilih dan mencari.

"Artinya ketika nantinya ini berhasil akan diserahkan sepenuhnya menjadi kebutuhan masing-masing individu dalam rangka memingkatakan imunitas tubuh. Makanya konsep penelitian yang akan dilakukan adalah basenya untuk kepentingan pribadi dan bukan untuk massal," ungkapnya.

"Tapi pada akhirnya nanti akan kembali ke masyarakat, bila hasilnya sangat memuaskan bila sudah selesai tentu ini akan diburu rakyat untuk membeli sendiri ketika sudah diberikan izin oleh pemerintah," kata Rahmad.

Untuk itu legislator asal Jawa Tengah menuturkan, dengan adanya MoU ini maka energi kebangsaan disatukan kembali untuk gotong royong menyatukan langkah melawan Covid-19.

Ia berharap penelitian-penelitian model serupa bisa dicetuskan negara untuk melawan Covid-19 maupun penyakit lainya.

"Tentu ini kita sambut gembira dengan adanya MoU ini tentu ini menyudahi polemik yang tidak perlu dan telah menimbulkan kontraproduktif buat mengatasi pandemi," ujarnya.

Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas